Share

Miris! Anak Pukul hingga Ludahi Ibu Kandung Gegara Handphone

Dede Febriansyah, MNC Portal · Selasa 11 Oktober 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 610 2684843 miris-anak-pukul-hingga-ludahi-ibu-kandung-gegara-handphone-CB4a2mdW78.jpg Anak ludahi ibu kandung gegara handphone dipinjam (Foto : Istimewa)

MUARAENIM - Miris, seorang anak berinisial RA (20), Warga Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, tega menganiaya dengan memukul dan meludahi ibu kandungnya, M lantaran hanphone pelaku sedang dipinjam korban.

Kasat Reskrim Polres Muaraenim, AKP Tony Saputra mengatakan, bahwa peristiwa penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap ibu kandungnya tersebut dipicu hanya karena masalah sepele.

"Masalahnya sangat sepele, cuma gara-gara handphone tersangka yang sedang dipinjam oleh korban. Karena tidak sabar akhirnya tersangka tega menganiaya korban," ujar AKP Tony, Selasa (11/10/2022).

Dijelaskan Tony, kejadian berawal saat korban yang baru bangun tidur mempertanyakan keberadaan ponselnya. Namun, korban menjawab bahwa ponsel tersangka ada padanya.

"Tersangka ini baru bangun tidur dan berulang kali bertanya di mana ponselnya. Karena sudah empat kali bertanya dan ponselnya belum dikembalikan membuat tersangka emosi," jelasnya.

Tersangka yang emosi kemudian memaki-maki korban dengan kata kasar. Karena terlalu emosi, tersangka menendang kipas angin yang ada di rumah tersebut. Lalu melihat besi kipas membuat tersangka gelap mata dan menganiaya korban.

"Korban dipukul dengan besi ke arah kepala tapi berhasil menghindar, sehingga terkena pundaknya hingga membuat lebam. Tersangka juga meludahi korban sebanyak tiga kali," jelasnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pasca kejadian, tersangka mengambil anaknya dan membawa pergi bersamanya, tetapi korban tidak tahu perginya ke mana. Setelah tersangka pergi, atas saran keluarga akhirnya korban mengadukan kejadian tersebut ke Polres Muaraenim.

"Sebelumnya kita sudah berupaya melakukan musyawarah untuk berdamai karena hal ini adalah tindak kekerasan dalam rumah tangga sendiri, masih ada hubungan darah. Namun sepertinya mereka tetap memilih jalur hukum," jelas Tony.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan pasal 44 ayat 1 undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga atau pasal 351 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini