Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kemenkes Bentuk Tim Investigasi Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2022 |11:17 WIB
Kemenkes Bentuk Tim Investigasi Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tim investigasi kasus gagal ginjal akut misterius pada anak. Tim terdiri dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“Kementerian Kesehatan telah membentuk tim terdiri dari IDAI dan RSCM untuk penyelidikan dan penanganan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, Jumat (14/10/2022).

BACA JUGA:Stok Vaksin Covid-19 Kosong di DKI Jakarta, Ini Penjelasan Kemenkes 

Nadia mengatakan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Yankes) telah menerbitkan Kep Dirjen Yankes nomor HK.02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal.

Saat ini, ada total 40 anak yang mengalami gagal ginjal akut. “Tambahan kasus bulan Oktober 3 anak, sehingga total 40 anak,” katanya.

BACA JUGA:Angka Kematian Covid-19 Tinggi Sepekan Terakhir, Kemenkes Minta Masyarakat Jangan Meremehkan 

Nadia memastikan dari hasil laboratorium Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) tidak ditemukan bakteri atau virus yang spesifik. “Hasil pemeriksaan lab BKPK tidak ditemukan bakteri atau virus yang spesifik,” tuturnya.

“Hasil diskusi dengan tim dari Gambia yang mempunyai kasus serupa tentang dugaan ke arah konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Tapi hal ini perlu penelitian lebih lanjut karena tidak terdeteksi dalam darah,” tuturnya.

Pihaknya juga sedang koordinasi dengan World Healh Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia untuk melakukan investigasi kasus tersebut.

“Kemenkes saat ini sedang koordinasi dengan expert dari WHO yang mengadakan investigasi kasus di Gambia untuk mengetahui hasil investigasinya,” ujarnya.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement