Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadapi Potensi Resesi Ekonomi 2023, Sandiaga : Kuatkan UMKM

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Sabtu, 15 Oktober 2022 |22:21 WIB
Hadapi Potensi Resesi Ekonomi 2023, Sandiaga : Kuatkan UMKM
Menparekraf Sandiaga Uno. (Kemenparekraf)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menilai UMKM memiliki peran penting dalam menghadapi resesi ekonomi pada 2023.

Sandiaga mengungkapkan hal itu dalam sambutan saat Kuliah Umum Universitas Diponegoro, Sabtu (15/10/2022). Kuliah umum itu bertema "Kebijakan Pariwisata yang Agile dan Inovatif dalam memenangkan persaingan di Era VUCA (Volatile, Uncertain, Complex, and Ambigious)".

"Bapak Presiden selalu menyampaikan bahwa saat ini ekonomi sekarang sedang sulit dan tahun depan gelap. Kita harus definisikan gelap itu apa. Gelap itu didefinisikan bergejolak, khawatir dengan keadaan di sekitar kita," ujarnya.

Sandi menyatakan, untuk menghadapi situasi tak pasti, penting untuk mengetahu bermacam risiko yang ada.

"Cara mengatasinya dalam kegelapan itu potensi apa yang akan kita hadapi seperti industri 4.0 dan black swan event. Votality ini membuka ruang untuk hal-hal tidak terduga atau tidak jelas. Kita harus paham jika gelap harus menyalakan pelita untuk pariwisata dengan mengetahui resiko dan tantangan perekonomian," tuturnya.

Sandi mengungkapkan, salah satu cara meminimalkan risiko adalah dengan menguatkan sektor UMKM.

"Pandemi Covid-19 sudah transisi, harus ada penguatan, karena 97 persen lapangan kerja itu dari UMKM maka Kemenparekraf memperkuat sektor UMKM," tegas Sandi.

Ia menyatakan, situasi tidak pasti ini disebabkan krisis energi dan pangan yang berasal dari geo politik global.

"Kedua adalah faktor geo politik yang dipicu situasi di Eropa dan krisis energi dan pangan yang ada di depan mata. Kita harus mengantisipasi ada ketimpangan global yang harus kita sikapi dan ruang stimulus fiskal yang kita gunakan untuk Covid-19 kita transisi ke pertumbuhan yang berkelanjutan dengan energi baru dan terbarukan," kata Sandiaga.

Ia menyebutkan, pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pun perlu berdaptasi dengan tren sektor pariwisata saat ini.

"Tren baru dalam pariwisata pasca pandemi Covid-19 berubah total, tren pariwisata global jangka menengah dan panjang menghadirkan konsep personalisasi, kustomisasi, lokal, dan lebih kecil dalam jumlah. Penggunaan Virtual Intelligence dan Big Data, Remote Working, perubahan rantai pasok global menuju green recovery. Kita harus memahami kegiatan berkelanjutan harus diutamakan," katanya.

Sandi mengatakan, Kemenparekraf selain melihat jumlah turis yang datang, kini juga mengedepankan kualitas wisata yakni dengan memastikan turis berdampak besar terhadap Parekraf lokal.

"Kita akan dorong inovasi, adaptasi, kolaborasi dalam sektor Parekraf kita. Dulu kita hanya menghitung jumlah kunjungan wisatawan, kita tidak terlalu peduli dengan lama mereka tinggal dan dampak terhadap masyarakat sekitar seperti apa, sekarang kita memikirkan dampak terhadap kehidupan lokal," ungkap Sandi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement