Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

321 Jiwa Terdampak Banjir di Karawang!

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 15 Oktober 2022 |16:27 WIB
321 Jiwa Terdampak Banjir di Karawang!
Banjir Karawang, Jawa Barat (Foto: BNPB)
A
A
A

JAKARTA - Banjir merendam Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Jumat 14 Oktober 2022. Banjir dipicu hujan deras sekira pukul 06.00 WIB.

Sebanyak 321 jiwa terdampak banjir. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang melaporkan Tinggi Muka Air (TMA) saat kejadian berkisar antara 60 hingga 90 sentimeter. Akibatnya, 96 unit rumah warga terdampak. Akan tetapi, banjir tidak sampai menyebabkan warga mengungsi.

BACA JUGA:Breaking News: Banjir Lahar Gunung Semeru, Jembatan Penghubung 2 Kecamatan Putus! 

BPBD Kabupaten Karawang segera menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan menurunkan bantuan logistik permakanan untuk memunuhi kebutuhan darurat warga yang terdampak.

"Kemarin sudah langsung diturunkan logistik, saat ini kondisi banjir sudah surut," sebut Koordinator Unit Data dan Informasi, Pusdalops BPBD Kabupaten Karawang, Sabtu (15/10/2022) melalui keterangan tertulis.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem di Indonesia yang masih akan berlanjut hingga 21 Oktober mendatang.

BACA JUGA:5 Kota di Indonesia yang Rawan Banjir, Mana Saja? 

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lewab di antaranya adalah Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tenggara. Sementara wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat dengan kategori siaga beradi di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Riau.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, sebelumnya telah meminta pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan berbagai langkah kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Dalam jangka pendek, pemda diminta untuk memastikan kesiapan alat, perangkat, dan juga personel untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem.

"Pimpinan daerah dan segenap jajaran agar segera melakukan apel kesiapsiagaan dalam rangka mengetahui dan mengecek kesiapan alat, perangkat, dan personel untuk menghadapi bencana banjir, longsor akibat cuaca ekstrem," kata Suharyanto dalam Rapat Koordinasi Nasional BNPB-BPBD untuk Kesiapsiagaan Menghadapai Potensi Cuaca Ekstrem pada Senin 10 Oktober 2022.

Apabila terdapat potensi atau telah terjadi bencana, pemda diminta untuk segera menetapkan status siaga atau tanggap darurat agar memudahkan proses pemberian bantuan. Kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus terpenuhi secepat mungkin setelah terjadi bencana.

Sedangkan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Bila terjadi hujan dengan intensitas tingga dengan durasi yang lama, masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai atau dataran rendah segera dapat melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman sebelum banjir terjadi.

Untuk warga yang berada di lereng bukit agar secara rutin mengecek kondisi tanah di sekitarnya. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mendapatkan informasi prakiraan cuaca dan penanggulangan bencana melalui instansi terkait seperti BMKG, BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan lintas instansi terkait lainnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement