Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komnas HAM Telusuri Kabar Pemprov Jatim Hentikan Pembiayaan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan

Quadiliba Al-Farabi , Jurnalis-Senin, 17 Oktober 2022 |12:08 WIB
Komnas HAM Telusuri Kabar Pemprov Jatim Hentikan Pembiayaan Korban Luka Tragedi Kanjuruhan
Ilustrasi. (Foto: Ant)
A
A
A

JAKARTA -  Pemerintah Provinsi Jawa Timur dikabarkan menghentikan pembiayaan korban luka Tragedi Kanjuruhan Malang. Hal itu disebabkan data yang simpang siur terkait korban luka-luka.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan, pihaknya akan menelusuri kebenaran kasus tersebut. Seandainya benar, dia sangat menyayangkan mengingat korban luka-luka yang tidak sedikit.

“Beberapa hari yang lalu kami dikasih kabar sama teman-teman Aremania, ini sedang kami telusuri,” ucap Choirul Anam kepada awak media di Kantor Komnas HAM, Jakarta.

“Jika ini betul, ini sangat kita sayangkan. Karena satu, jumlah lukanya sngat banyak, disaat-saat pasca peristiwa, semua orang mengkonsolidasi soal data yang meninggal. Data yang luka tidak terlalu diperhatikan. Jumlah yang luka lebih banyak, banyak juga yang tidak melaporkan,” lanjutnya.

BACA JUGA:Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM Dalami Kewenangan PSSI hingga PT LIB

Saat di Malang, pihak Komnas HAM merujuk korban luka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Kota Malang. Dengan adanya keputusan penghentian ini, dikabarkan pohak rumah sakit turut menghentikan perawatan kepada para korban.

Dirinya berharap keputusan itu dievaluasi ulang oleh Pemprov Jatim. Sebab, banyak korban luka perlu perawatan lanjutan dalam jangka waktu yang tidak sebentar.

“Jika ini benar kami minta ini dievaluasi ulang, karena satu, jumlah luka lebih banyak, terus ada luka yang harus terus terjadi. Misalnya luka mata, bukan hanya merah, ada yang kecoklatan, ada yang kehitaman, itukan butuh perawatan dan sebagainya. Ada luka-luka yang lain yang belum terdata,” lanjutnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, 13 Oktober lalu, dari 754 total korban, sebanyak 596 orang luka ringan dan sedang, serta 26 lainnya luka berat.

Korban-korban tersebut dirujuk di sejumlah rumah sakit di kota Malang, di antaranya RSUD Kanjuruhan dan RSUD Saiful Anwar. Sementara itu, luka-luka yang diderita seperti patah tulang, trauma di kepala dan leher dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement