Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Protes Bahan Bakar Fosil, Demonstran Tutup Patung Lilin Raja Charles III dengan Kue Cokelat di Madame Tussauds

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2022 |09:45 WIB
Protes Bahan Bakar Fosil, Demonstran Tutup Patung Lilin Raja Charles III dengan Kue Cokelat di Madame Tussauds
Demonstran menutupi wajah patung lilin Raja Charles III dengan kue coklat karena protes bahan bakar fosil (Foto: Just Stop Oil)
A
A
A

LONDON - Empat orang telah ditangkap karena melakukan perbuatan kriminal, setelah patung lilin Raja Charles III dirusak di Madame Tussauds di London pada Senin (24/10/2022).

Dua pendukung kelompok kampanye Just Stop Oil tertangkap kamera sedang mengolesi kue cokelat di wajah patung lilin Raja Inggris.

Dalam klip video yang dibagikan di halaman grup Twitter, pasangan itu terlihat melepas pakaian hitam mereka untuk memperlihatkan kaus putih bertuliskan "Just Stop Oil" begitu mereka mencapai podium yang tempat patung lilin keluarga kerajaan. Setelah melempar kue, mereka memberi tahu para pengamat bahwa ini adalah "waktunya untuk beraksi".

"Kami menanggapi dengan cepat sebuah insiden di Madame Tussauds setelah dua orang melemparkan makanan ke sebuah patung sekitar pukul 10:50," kata Polisi Metropolitan London dalam sebuah tweet pada Senin (24/10/2022), dikutip CNN

"Empat orang telah ditangkap karena kerusakan kriminal terkait dengan insiden ini,” lanjutnya.

Just Stop Oil mengatakan para demonstran menuntut agar pemerintah menghentikan semua lisensi dan persetujuan minyak dan gas baru.

Insiden yang terjadi pada Senin (24/10/2022) adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan oleh kelompok aktivis di seluruh Eropa yang dirancang untuk menarik perhatian pada peran bahan bakar fosil dalam perubahan iklim.

Pada Minggu (25/10/2022), dua pengunjuk rasa krisis iklim melempari lukisan "tumpukan jerami" karya Claude Monet dengan kentang tumbuk di Museum Barberini di Potsdam, Jerman.

Lukisan yang diglasir itu dilaporkan tidak mengalami kerusakan.

Dalam siaran pers, aktivis dari kampanye anti bahan bakar fosil Generasi Terakhir bertanya: "Apa yang lebih berharga, seni atau kehidupan?"

Awal bulan ini, aktivis Just Stop Oil melemparkan sup tomat ke "Bunga Matahari" karya Vincent van Gogh di Galeri Nasional London.

Namun, protes itu telah memecah belah pendapat di berabagi kalangan.

Keir Starmer, pemimpin oposisi Partai Buruh Inggris, mengutuk tindakan "sombong" aktivis Just Stop Oil, dengan mengatakan metode mereka merusak tujuan mereka.

"Saya pikir mereka salah, saya pikir tindakan mereka salah," ujarnya kepada seorang penelepon di Radio LBC pada Senin (24/10/2022) pagi.

"Saya terutama berpikir tentang gambar yang telah kita lihat tentang ambulans yang turun di jalan, dan tidak dapat melewatinya karena orang-orang terpaku di jalan,” lanjutnya.

"Saya pikir itu arogan dari mereka yang menempelkan diri ke jalan untuk berpikir bahwa merekalah satu-satunya orang yang mendapatkan jawaban untuk ini. Mereka belum mendapatkan jawabannya,” ungkapnya.

Menyusul serangan terhadap "Bunga Matahari" Van Gogh, Serikat Layanan Publik dan Komersial Inggris, yang mewakili banyak pekerja dari sektor seni dan budaya, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa sementara mereka mendukung tujuan protes perubahan iklim, "menyerang warisan nasional kita bersama adalah bukan cara yang konstruktif untuk mencapai tujuan ini."

"Kami tidak dapat mendukung taktik ekstrem dan berbahaya ini yang menempatkan anggota kami dalam risiko saat mereka mencoba bekerja,” terangnya.

Di sisi lain, penyiar olahraga dan mantan bintang sepak bola Inggris Gary Lineker, lebih memilih bersikap simpatik.

"Layak untuk didengarkan, karena, suka atau tidak, tidak ada yang akan mendengarkan tanpa protes yang menggangg,” ujarnya kepada 8,6 juta pengikut Twitter-nya saat wawancara dengan jurnalis Owen Jones terkait pengan pengunjuk rasa di Galeri Nasional.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement