Share

Bolos Sekolah Sambil Pesta Miras, 9 Pelajar Menangis Dihukum Basuh Kaki Orangtua

Mukmin Azis, iNews · Jum'at 28 Oktober 2022 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 27 340 2695970 bolos-sekolah-sambil-pesta-miras-9-pelajar-menangis-dihukum-basuh-kaki-orangtua-6hIkhJJlAX.jpg Pelajar saat basuh kaki orangtua (foto: dok ist)

BALIKPAPAN - Kepergok bolos sekolah sembari menggelar pesta minuman keras (miras), sembilan pelajar di Balikpapan dihukum membasuh kaki orangtuanya. Kesembilan pelajar tersebut diminta untuk minta maaf secara langsung.

Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Imam Syafii mengatakan, kesembilan pelajar tersebut diamankan petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Balikpapan Timur saat bolos jam pelajaran sekolah tersebut di kawasan Pantai Nelayan, Kelurahan Manggar Baru, Balikpapan Timur, pada Rabu 26 Oktober 2022.

"Kami mendapat informasi dari warga ada sejumlah pelajar yang minum miras di jam sekolah. Melalui Bhabinkamtibmas Manggar Baru kami langsung menindaklanjuti laporan dan mendatangi lokasi dan ternyata benar, " kata dia, Kamis (27/10/2022).

 BACA JUGA:Pesta Miras Oplosan, 2 Orang Tewas dan 3 Dirawat di RS

Selanjutnya, usai mendata pihak Polsek Balikpapan Timur memanggil para orang tua dari kesembilan pelajar yang diamankan, serta memanggil pihak sekolah.

Cara unik pun dilakukan petugas sebagai bagian efek jera serta pembinaan. Kesembilan pelajar itu diminta membasuh kaki orang tua mereka lalu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.

 BACA JUGA:Bolos Sekolah dan Minum Miras, 9 Pelajar Diciduk Anggota TNI

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Isak tangis dari para pelajar tersebut terlihat saat mereka satu persatu meminta maaf dihadapan orang tua mereka.

“Kami meminta kepada anak-anak untuk meminta maaf secara langsung kepada para orangtua masing-masing sambil membasuh kaki dan itu mereka lakukan, ini sebagai bentuk pembinaan," beber dia.

Diakuinya, cara seperti itu direspon positif orang tua para pelajar tersebut. "Orang tua yang kami panggil responnya baik dan menyambut positif," terang dia.

Selanjutnya usai dilakukan pendataan, oleh petugas kesembilan pelajar tersebut diperbolehkan untuk pulang.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini