Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Paris Baguette Diboikot Setelah Kematian Pekerja, Warganet: Kami Tak Makan Roti Berlumur Darah

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2022 |18:59 WIB
Paris Baguette Diboikot Setelah Kematian Pekerja, Warganet: Kami Tak Makan Roti Berlumur Darah
Foto: SOPA.
A
A
A

Kemarahan publik atas SPC juga semakin meningkat, yang mengarah pada boikot tidak hanya terhadap Paris Baguette tetapi juga beberapa merek makanan dan minuman yang berafiliasi dengan SPC. Grup ini mengoperasikan puluhan merek makanan, minuman, dan makanan penutup, termasuk Baskin Robbins, Dunkin Donuts, Shake Shack, dan Samlip.

"Kami tidak makan roti yang berlumuran darah pekerja," tulis beberapa pengguna online, sementara banyak yang membagikan logo waralaba yang berafiliasi dengan SPC di media sosial dan komunitas online. Istilah termasuk "Boikot SPC" dan "Gerakan Tidak Membeli" telah menjadi tren di Twitter.

Presiden Yoon Suk Yeol mengatakan dia telah memerintahkan untuk diberitahu tentang rincian kecelakaan itu.

Dalam perjalanan ke kantor kepresidenan, pada Kamis, Yoon mengatakan bahwa Kementerian Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja menyelidiki tempat kejadian tepat setelah kecelakaan dan menghentikan pengoperasian mesin yang tidak memiliki perangkat pelindung otomatis di pabrik.

"Kita hidup bersama dalam masyarakat ini, jadi pemilik bisnis dan karyawan, bukankah seharusnya kita semua memiliki rasa hormat minimum satu sama lain sebagai manusia?" kata Yoon.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement