Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Heboh Gagal Ginjal Akut pada Anak, BPOM Diminta Teliti Kemasan Plastik Mengandung Etilen Glikol

MNC Portal , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2022 |10:04 WIB
Heboh Gagal Ginjal Akut pada Anak, BPOM Diminta Teliti Kemasan Plastik Mengandung Etilen Glikol
Illustrasi gagal ginjal/medsos
A
A
A

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerangkan bahwa bahan berbahaya seperti (EG) dan Polietilen Glikol (PEG) dipastikan tidak ada di makanan.

"Makanan sampai saat ini aman karena makanan hanya menggunakan gliserin dengan konsentrasi, yang masih aman. Sedangkan EG dan PEG tidak digunakan dalam makanan," ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam konferensi pers Update Bahan Kandungan Etilen Glikol di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2022.

(Baca juga: 3 Anak di Bogor Meninggal Dunia Akibat Gangguan Ginjal Akut, 1 Masih Dirawat)

Namun BPOM diminta untuk melakukan penelitian dan mencantumkan label berpotensi mengandung Etilen Glikol (EG) pada kemasan plastik Polyethylene Terephthalate (PET).

Hal itu penting untuk mencegah jatuhnya korban mengingat zat kimia EG saat ini diduga menjadi penyebab kematian ratusan anak di Indonesia akibat gagal ginjal akut.

Pasalnya, dalam peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 menyebutkan, risiko bahaya zat kimia dalam kemasan plastik PET seperti yang digunakan pada galon air minum sekali pakai potensi zat berbahaya yang dikandungnya adalah, EG dan Dietilen Glikol (DG).

Kedua zat inilah yang ditemukan dalam sirup obat batuk dan menyebabkan gagal ginjal akut pada 244 anak Indonesia.

Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait meminta BPOM memberikan peringatan berupa pelabelan berpotensi mengandung EG terhadap kemasan-kemasan pangan berbahan etilen glikol.

“Saya kira kalau memang sudah positif WHO mengatakan yang di Afrika itu bahwa sirup obat batuk itu mengandung EG dan itu mengakibatkan banyak anak di Afrika meninggal karena gagal ginjal, itu kan sebuah data yang dikeluarkan oleh badan dunia tentang kesehatan,” ujarnya.

“Karena itu, saya kira BPOM perlu melakukan penelitian terhadap produk-produk yang mengandung Etilen Glikol itu, seperti pada air minum kemasan galon sekali pakai,” sambungnya.

Senada, anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo juga meminta BPOM untuk melakukan penelitian ulang terhadap semua kemasan pangan yang mengandung bahan EG.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement