Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perajin Tahu-Tempe di Bandung Mogok Produksi, Siap-Siap Hilang di Pasaran

Arif Budianto , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2022 |13:49 WIB
Perajin Tahu-Tempe di Bandung Mogok Produksi, Siap-Siap Hilang di Pasaran
Perajin tahu/Foto: MPI
A
A
A

BANDUNG - Para perajin tahu dan tempe di Kota Bandung berhenti produksi, menyusul aksi mogok yang bakal digelar hingga 30 Oktober 2022. Atas mogoknya para perajin tahu dan tempe, komoditas ini diperkirakan akan hilang di pasaran mulai besok.

Aksi mogok produksi ini sebagai respons atas terus baiknya harga bahan baku kedelai. Para perajin meminta agar pemerintah turun tangan merespons terus baiknya harga bahan baku kedelai. "Iya hari ini kami libur enggak produksi sampai tiga hari ke depan, " jelas perajin tahu Iniyani, Jumat (28/10/2022).

 BACA JUGA:AKBP Arif Rachman Hapus Salinan CCTV, Pengacara: Di Bawah Ancaman Ferdy Sambo

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah meminta para pengrajin tahu tempe di Kota Bandung tetap berproduksi seperti biasanya tanpa perlu khawatir dengan stok kacang kedelai. Sebab, jika seluruh pengrajin melakukan mogok produksi, maka akan banyak pihak yang terkena dampaknya.

"Kalau mogok produksi itu khawatirnya jadi berdampak ke produk kuliner lainnya. Apalagi Kota Bandung ini kan kota kuliner ya. Banyak jajanan yang bahannya dari tahu tempe seperti batagor, kupat tahu, gehu, dan pusat oleh-oleh di Kosambi seperti cemilan tempe kan akan berdampak juga," tuturnya.

 BACA JUGA:Wuhan Kembali di-Lockdown Setelah Covid Melonjak, 800 Ribu Orang Dipaksa Tinggal di Rumah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Disdagin telah berdiskusi dengan pihak Bulog Cabang Bandung dan pengurus Kopti Kota Bandung semasa aksi mogok pertama yang tidak jadi dilaksanakan.

"Hasil kesepakatannya, Kopti Kota Bandung tidak akan mogok. Untuk kali ini pun Ketua Kopti Kota Bandung telah mengeluarkan surat resmi pada kami yang menyatakan jika mereka tidak akan ikut mogok produksi," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement