Share

Geger, Mayat Ditemukan Membusuk di Sebuah Rumah di Way Kanan

Yuswantoro, Koran Sindo · Senin 31 Oktober 2022 01:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 30 340 2697551 geger-mayat-ditemukan-membusuk-di-sebuah-rumah-di-way-kanan-h08jTLyJcP.jpg Petugas dan warga mengevakuasi mayat korban yang telah membusuk/Foto: Yuswantoro

WAY KANAN - Masyarakat dibuat geger, pasalnya telah terjadi penemuan mayat yang sudah membusuk didalam sebuah rumah di Kampung Pakuan Baru, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan.

Minggu (30/10/2022) sekira pukul 13.00 WIB di Kampung Pakuan Baru, mayat laki - laki yang diketahui bernama Loso (70) yang sehari-hari bekerja sebagai petani atau pekebun ditemukan meninggal di dalam rumahnya.

 BACA JUGA:Gunung Ibu Erupsi, Lontarkan Kolom Abu 2.000 Meter

Menurut Kapolsek Pakuan Ratu IPTU Tosira, kronologi kejadian bermula saat tetangga korban mencurigai keberadaan korban yang dalam beberapa hari tidak terlihat.

"Telah terjadi peristiwa penemuan mayat di rumah Mbah Loso, kejadian tersebut diketahui oleh Suswiyati (tetangga korban)," ungkapnya.

 BACA JUGA:Gagal Nyalip, Angkot M15A Tabrak Pembatas Jalan di RE Martadinata

"Merasa curiga dikarenakan sudah 2 hari tidak melihat korban sehingga Suswiyati melakukan pengecekan di rumah korban, dan pada saat saksi sampai di rumah korban dan melihat banyak lalat yang mengelilingi rumah korban, dan rumah korban dalam keadaan tertutup dan terkunci dari dalam," tuturnya.

Mendapati kondisi rumah Mbah Loso yang penuh lalt, dia pun memberitahukan kepada Sudanto. Sudanto pun kemudian memanggil Supardi dan Sumiyati untuk melakukan pengecekan di rumah korban.

"Kemudian Supardi membuka pintu rumah korban menggunakan linggis dan setelah terbuka saksi melihat korban sudah meninggal dunia dalam posisi duduk di kursi plastik yang roboh ke kiri dan dipenuhi lalat, kemudian saksi melaporkan peristiwa tersebut kepada aparatur kampung Pakuan Baru dan Bhabinkamtibmas," imbuhnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Korban diketahui selama ini hidup sebatang kara.

"Mbah Loso hidup sebatang kara dari jaman Transmigrasi Th 1986, alm Mempunyai anak dan istri namun pulang ke Jawa dari tahun 1986, maka dari pada itu Mbah Loso hidup sendirian," ujarnya.

"Menurut keterangan dari tetangga, mbah Loso agak kurang sehat, pasalnya dikarenakan aparat kampung dan tetangga korban ingin membatu memperbaiki rumah alm Mbah Loso, namun dia menolak dan marah kalo diperbaiki dan dibersihkan," jelas kerabat yang berada disekitar pemukiman Mbah Loso.

Saat ini pihak kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan penyelidikan sebab sebab terjadinya kematian korban.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini