Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Haji Omar Tall, Ulama Afrika yang Getol Berjihad Melawan Penjajahan Prancis

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Selasa, 01 November 2022 |05:08 WIB
Mengenal Haji Omar Tall, Ulama Afrika yang Getol Berjihad Melawan Penjajahan Prancis
Prancis mengembalikan pedang Haji Omar Tall ke negaranya. (Foto: AFP)
A
A
A

PRANCIS mengembalikan sebilah pedang milik Omar Saidou Tall untuk memenuhi janji Presiden Emmanuel Macron untuk mengembalikan warisan budaya penting dari bekas koloni mereka. Siapa Omar Saidou Tall?

Mengutip BBC News Indonesia, Omar Saidou Tall adalah seorang pemimpin dan ulama besar Afrika di abad ke-19 yang memerintah wilayah yang kini menjadi Guinea, Senegal, dan Mali.

Ia melawan penjajahan Prancis di kawasan itu dan kini warisannya telah dikembalikan oleh Prancis ke Afrika.

Haji Omar Tall adalah seorang pemimpin politik, komandan militer dan ulama yang memimpin Persaudaraan Tidjane, sebuah kelompok sufi di Afrika Barat.

Para sejarawan mengatakan ia punya bakat besar untuk belajar, serta tiga kali naik haji ke Mekah.

Omar mendeklarasikan jihad melawan penjajah Prancis antara tahun 1857 hingga 1859 sebelum menandatangani perjanjian damai di tahun 1860.

Namun karena hasratnya untuk memperluas wilayah, Omar mendapat perlawanan dari penduduk setempat.

Tahun 1864, ia dan pasukannya dipukul mundur hingga tersudut ke jurang di Bandiagara, Mali. Ia menghilang di sana dan jenazahnya tak pernah ditemukan.

Lalu anaknya, Ahmadou, mewarisi pedang Omar dan melanjutkan perang dengan Prancis, sampai ia juga dikalahkan.

Pedang Omar Tall termasuk di antara milik Ahmadou yang diambil oleh tentara penjajah Prancis tahun 1893.

"Kukira itu cuma mitos"

Kini pedang itu disimpan di Museum of Black Civilisations di ibu kota Senegal, Dakar.

Bilah lengkung pedang itu terbuat dari baja Prancis dengan gagang berbentuk paruh burung.

Momodou Tail, cicit Omar Tall, menyatakan kepada BBC bahwa ia pikir pedang leluhurnya itu tak pernah benar-benar ada.

"Ada gambar ia sedang berdoa dengan pedangnya karena memenangkan perang melawan penjajah," kata Momodou.

"Tapi kukira itu cuma mitos saja."

Haji Mamadou Mactar Thiam, juga keturunan Omar Tall menyatakan, "Saya harap seluruh kitab-kitab kuno yang ada di Prancis juga mereka kembalikan."

Penjajah Prancis juga menjarah perpustakaan Ahmadou di Segou.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement