Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengapa Jokowi Lebih Senang Tinggal di Istana Bogor? Simak 3 Alasannya

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Senin, 31 Oktober 2022 |07:01 WIB
Mengapa Jokowi Lebih Senang Tinggal di Istana Bogor? Simak 3 Alasannya
Presiden Jokowi/Biro Pers
A
A
A

JAKARTA- Presiden Joko Widodo  (Jokowi) sudah 2 periode memimpin Indonesia, yakni 2014-2019 dan 2019-2024. Sepanjang masa pengabdiannya itu, Jokowi sering menghabiskan waktunya di Istana Bogor, ketimbang di Istana Merdeka, Jakarta. Istana Kepresidenan Bogor ini terletak di Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, yang berjarak sekitar 60 km dari Jakarta.

(Baca juga: Jokowi Lantik Johanis Tanak Jadi Wakil Ketua KPK Gantikan Lili Pintauli)

Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara, rencana pembangunan Istana Bogor telah ada sejak tahun 1745 atas perintah Gubernur Jenderal Belanda Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Van Imhoff memang sengaja mencari lokasi berhawa sejuk di luar Batavia dan memutuskan untuk membangun sebuah tempat istirahat di Buitenzorg (Bogor).

Dalam perjalanannya, Istana Bogor pernah mengalami kerusakan berat akibat Perang Banten pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang di tahun 1750-1754. Kala itu, pasukan Banten menyerang Kampong Baroe dan membakarnya. Istana Bogor (masih bernama bangunan van Imhoff) yang rusak parah kembali diperbaiki dan tetap mempertahankan arsitektur aslinya.

Bangunan ini diperluas ketika masa pemerintahan Gubernur Jenderal William Daendels (tahun 1808-1811), dengan menambah 1 lantai lagi di gedung induk. Sampai saat ini, Istana Bogor masih tegap berdiri dan menjadi rumah sekaligus kantor bagi Presiden Jokowi. Lantas, mengapa Jokowi lebih senang menetap di Istana Bogor?

1. Jokowi Sering Bertemu dengan Tamu Negara di Istana Bogor

Sejak tahun 2015, Jokowi sudah memberikan tanda bahwa dirinya akan lebih sering berkantor di Istana Bogor. Jokowi juga kerap menyambut tamu kenegaraan di tempat tersebut.

Duta Besar (Dubes) China, Perdana Menteri (PM) Jepang, hingga bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-44 Barrack Obama, dilakukan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi juga tercatat melepas kontingen SEA Games 2019 di Istana Bogor pada 27 November 2019.

2. Jokowi Nyaman di Istana Bogor

Berbagai sumber menyebut, Jokowi lebih suka tinggal di Istana Bogor karena dirasa lebih nyaman. Kepala Sekretariat Presiden kala itu, Heru Budi Hartono, mengungkapkan keputusan Jokowi tersebut juga bersamaan dengan Istana Merdeka yang tengah direnovasi.

3. Jokowi Boyong Keluarga

Tidak hanya digunakan sebagai kantor, Jokowi juga memboyong keluarganya untuk tinggal di Istana Bogor, lebih tepatnya di Paviliun Dyah Bayurini. Paviliun ini dibangun pada tahun 1964 di atas tanah seluas 560,44 meter persegi. Tidak menyatu dengan bangunan induk istana, Paviliun Dyah Bayurini berada cukup jauh dari bangunan istana.

Presiden Soeharto dulunya menjadikan Paviliun Dyah Bayurini sebagai lokasi istirahat kala bertandang ke Istana Bogor. Sementara itu, hanya ada 3 Presiden Indonesia yang benar-benar menetap di Istana Bogor, yakni Presiden Soekarno, Presiden Abdurrahman Wahid, dan Presiden Jokowi.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement