Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Menko PMK : China Lockdown Lagi

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 02 November 2022 |11:32 WIB
 Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Menko PMK : China Lockdown Lagi
Menko PMK, Muhadjir Effendy (foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengingatkan pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, saat ini China kembali menerapkan lockdown atau mengunci wilayah untuk membatasi aktivitas masyarakat akibat Covid-19.

“Sekarang dunia sedang dihadapkan pada berbagai macam persoalan, saya kira semua juga tahu. Setelah pandemi Covid-19 hampir berakhir, tapi belum berakhir amat, karena China lockdown lagi, China sekarang hari ini di lockdown lagi,” kata Muhadjir dikutip dari keterangannya saat menghadiri Forum Rektor Indonesia 2022, Rabu (2/11/2022).

Menurut informasi, sebanyak 200 pemukiman di sejumlah kota di China mengalami lockdown karena ditemukan klaster baru Covid-19.

 BACA JUGA:Update Covid-19 Hari Ini: Positif 6.497.786 Orang, 6.311.861 Sembuh dan 158.663 Meninggal

Meski begitu, Muhadjir mengatakan saat ini Covid-19 sudah bukan menjadi ancaman yang membahayakan bagi kehidupan. Mengingat, herd immunity atau kekebalan kelompok telah terbentuk dengan adanya vaksinasi Covid-19.

“Tetapi kita harap atau kita semua mengira semuanya sudah akan berakhir, paling tidak Covid sudah tidak lagi menjadi ancaman yang sangat membahayakan bagi keberlangsungan kehidupan di dunia,” katanya.

 BACA JUGA: Sebaran 4.707 Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini, Jakarta Masih Tinggi

Namun, Muhadjir mengingatkan meskipun Covid-19 tidak menjadi ancaman utama, kini justru konflik antara Ukraina dan Rusia yang berdampak terhadap rencana Global untuk mempercepat pemulihan ekonomi dunia akibat pandemi Covid-19.

“Tetapi kan kita sekarang sudah disusul lagi adanya konflik Ukraina dan Rusia, yang dampaknya sangat-sangat mengacaukan rencana dunia, rencana Global untuk mempercepat proses pemulihan semua bidang terutama ekonomi setelah pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Muhadjir mengajak kampus untuk ikut membantu pemerintah menghadapi ancaman krisis. Terutama ancaman krisis global, seperti masalah perubahan iklim akibat pemanasan global, krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan.

Selain ancaman krisis global, Muhadjir menyampaikan, ada beberapa krisis pembangunan manusia yang harus dituntaskan bangsa Indonesia, yaitu masalah ketenagakerjaan, relevansi pendidikan, stunting, dan kemiskinan ekstrem.

“Tidak mungkin pemerintah lakukan sendirian tanpa dukungan dari semua pihak khususnya para rektor yang hadir di sini. Karena itu saya secara khusus datang ke sini untuk bersilaturahmi dan memastikan kebijakan telah ditangani dan tersambungkan dengan para rektor,” pungkasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement