JAKARTA - Sulawesi dikenal sebagai Celebes merupakan wilayah yang banyak menghasilkan orang-orang berjasa. Tidak hanya dari gender laki-laki saja, ternyata pahlawan dari Sulawesi juga terdapat dari gender perempuan. Berikut beberapa pahlawan perempuan dari Sulawesi.
1. Opu Daeng Risadju
Famajjah, yang memiliki gelar kebangsawanan Opu Daeng Risadju, merupakan pejuang wanita asal Sulawesi Selatan yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia. Ia terpilih sebagai Ketua Partai Syarekat Islam Indonesia (PSII). Selain itu, dia juga mendirikan cabang PSII Palopo pada 14 Januari 1930.
Dalam perjuangannya, ia mendapat penyiksaan, yang mengakibatkan dirinya tuli seumur hidup. Ia pernah tertangkap oleh tentara NICA dan ditahan di penjara Bone selama satu bulan tanpa diadili, kemudian dipindahkan ke penjara Sengkan, dan dipindahkan lagi ke Bajo. Di situ, dia mengalami penyiksaan sehingga menjadi tuli seumur hidup. Opu Daeng Risadju kemudian dibebaskan tanpa diadili setelah 11 bulan menjalani tahanan dan kembali ke Bua lalu menetap di Belopa.
Baca juga: 3 Pahlawan Perempuan Berhijab yang Tak Kenal Lelah dan Takut, Ada Rasuna Said!
Opu Daeng Risaju wafat di usia 84 tahun pada 10 Februari 1964 dan dimakamkan di raja-raja Lokkoe di Palopo. Ia dianugerahkan gelar Pahlawan Naional pada tahun 2006.
Baca juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Tanah Sunda, Salah Satunya Pejuang Emansipasi
2. Maria Walanda Maramis
Maria Walanda Maramis adalah perempuan pejuang yang berasal dari Sulawesi Utara. Ia berkecimpung di dunia pendidikan untuk memperjuangkan emansipasi perempuan. Maria Walanda Maramis yang bernama asli Maria Josephine Catherine Maramis mengajarkan berbagai pengetahuan kepada perempuan di lingkungannya, mulai dari menyulam hingga memasak. Maria bahkan mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) pada 1917 di Manado, selain juga membuka sekolah rumah tangga.
Di sekolah tersebut, ia menerima perempuan pribumi dari berbagai kalangan untuk memperoleh pendidikan. Maria juga dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan hak politik perempuan. Maria Walanda Maramis wafat pada 22 April 1924. Ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 20 Mei 1969 melalui SK Nomor 012/TK/1969.