Share

Kisah Sifa Gadis Obesitas Berbobot 190 Kg Dibawa ke Rumah Sakit, Butuh 7 Orang Mengangkatnya

Zulkifli Yunus , SUN TV · Sabtu 05 November 2022 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 05 340 2701481 kisah-sifa-gadis-obesitas-berbobot-190-kg-dibawa-ke-rumah-sakit-butuh-7-orang-mengangkatnya-hQVO4UCXhH.jpg Sifa, penderita obesitas di Kalsel dibawa ke rumah sakit

PELAIHARI - Gadis pendrita obesitas asal Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Nur Sifa Sukmawati, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Sarang Halang, Pelaihari, Sabtu (05/11/2022).

Untuk membawa gadis 26 tahun dengan bobot mencapai 190 kilogram itu diperlukan waktu hampir 30 menit. Sebab, jalan dari rumah menuju mobil sempit dan berupa titian kayu ulin.

Baca juga: India Hadapi Masalah Baru, Warganya Semakin Gemuk

Sifa diangkat dengan diletakkan di beberapa lembar kain dan selimut. Butuh sebanyak tujuh pria membantu mengangkat tubuh penderita obesitas itu. Mereka cukup kerepotan, tubuh Sifa yang terbaring di atas selimut nyaris sama lebar dengan gang yang dilewati.

sifa

(Warga angkut Sifa untuk dibawa ke rumah sakit)

Setelah berhasil melewati gang sempit, warga yang membantu menggotong Sifa juga cukup kesulitan memasukan tubuh Sifa ke dalam mobil, akhirnya kursi bagian belakang dilipat dan Sifa ditempatkan di bagian belakang dengan posisi berduduk.

sifa 2

(Warga cukup kesulitan masukkan Sifa kedalam mobil)

Ibu Sifa, Samsiah mengatakan bahwa anaknya itu diminta Pemda melalui Dinas Kesehatan agar dibawa ke RSUD Hadji Boejasin untuk menjalani observasi.

Baca juga: Apakah Aman Olahraga Jalan Santai untuk Penderita Obesitas?

Sifa diketahui menderita kelebihan berat badan atau obesitas ketika aparat desa melakukan pendataan warga.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Samsiah menerangkan bahwa putri sulungnya itu mulai mengalami perkembangan badannya pada 2014. Setelah itu, Sifa pun menjadi sasaran ejekan teman-temannya di madrasah.

Sejak saat itu gadis kelahiran Kurau 16 Oktober 1999 itu tidak mau lagi bermain dengan teman-temannya dan lebih banyak menyendiri di rumah. Jika pun harus keluar dari rumah, Sifa hanya membantu orangtuanya berjualan kue.

“Beberapa bulan lalu kondisinya masih normal, dapat berjalan seperti biasa, bahkan Sifa sering ke RS Sambang Lihum di Kabupaten Banjar untuk berobat,” kata Samsiah.

“Sekitar dua bulan terakhir Sifa mulai mengeluh sakit pada kakinya saat berdiri, dan sampai akhirnya tidak dapat berdiri sama sekali,” terang janda yang ditinggal suaminya meninggal 20 tahun lalu itu.

Saat ini Sifa masih dalam pemeriksaan dokter di ruang observasi RSUD Hadji Boejasin, belum diketahui tindakan apa yang akan diberikan tim dokter yang menanganinya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini