Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gus Miftah, Lora, Bhindereh dan Peradaban Madura

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 06 November 2022 |08:39 WIB
 Gus Miftah, Lora, Bhindereh dan Peradaban Madura
Gus Miftah bersama para Lora dan Bhinderen Madura (foto: dok ist)
A
A
A

Selain lora Nasih, beberapa lora juga melontarkan gagasan dan harapan kepada Gus Miftah. Salah satunya adalah Lora Madzkur dari Sumenep. Beliau menyampaikan bahwa permasalahan terbesar para lora ini adalah, takutnya cengkolang (su’ul adab), sehingga mereka merasa sungkan ketika hendak diorbitkan. Ini masih melekat pada diri seorang lora dan bhindereh. Semua tindak langkah selama ini pasti melewati dari para masyayikh, para lora ini seakan kurang afdlal jika hanya berangkat sendiri sendiri. lora madzkur juga mengklaim bahwa tindakan seperti tentu ada plus minusnya, namun juga harus ditegaskan bahwa sedemikian itulah akan mengokohkan nilai nilai keindonesian. Karena dengan tegak lurus ajan garis para ulama sepuh di Madura, Indonesia akan sulit dirongrong oleh kelompok yang sama sekali tidak punya aset untuk Negara tercinta ini.

Juga dari Lora Khorin Zaini menyampaikan bahwa di Madura ini para lora perlu bersatu untuk menjaga dan melestarikan kekeyaan khzanah yang dimiliki para ulama. Dan sangat diharap Gus Miftah bukan hanya satu kali ini untuk hadir di Madura, akan tetapi harus lebih sering untuk memberi metode dan motivasi kepada para lora dan Bhindereh. Karena sampai detik ini Gus Miftah, adalah sosok pengendali dan cukup lihai dalam memainkan fungsi dakwah. Kata lora Khoiron: Dengan Gus Miftah dan para lora dan Bhindereh, Madura harus dibersihkan dari oknum oknum yang terus membawa dan menebar kebencian, lebih lebih menjelang Pilpres dan Pileg 2024.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement