Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Klaim Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Menurun, Menkes Berupaya Hentikan Penggunaan Obat Sirup

Dimas Choirul , Jurnalis-Senin, 07 November 2022 |06:35 WIB
Klaim Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Menurun, Menkes Berupaya Hentikan Penggunaan Obat Sirup
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto : Tangkapan layar)
A
A
A

JAKARTA - Angka kesakitan dan kematian Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA) di Indonesia mengalami tren penurunan. Hal itu terlihat pada penurunan drastis kasus baru dan kematian yang disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Penurunan tersebut terjadi terutama sejak dikeluarkannya Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan pada tanggal 18 Okober 2022 yang untuk sementara menghentikan penggunaan obat sirup kepada seluruh Dinas Kesehatan, Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan Organisasi Profesi Kesehatan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya terus berupaya untuk menekan kasus baru GGAPA yang disebabkan konsumsi obat sirup sampai pada level nol.

“Kasus baru minggu lalu terjadi di tanggal 29 Oktober dan 1 November. Itu karena pasien masih saja mengkonsumsi obat sirup dari apotik. Mohon bantuan para dinkes provinsi dan kabupaten/kota untuk kontrol pemberian obat di apotik dan bidan kita. Untuk melindungi para balita kita,” ujar Menkes Budi dilansir dari laman resmi Kemenkes, Minggu 6 November 2022.

Berdasarkan data yang dilaporkan dari seluruh RS di 28 provinsi, menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten, faktor resiko terbesar penyebab GGA adalah toksikasi dari EG dan DEG pada sirop atau obat cair.

Menkes juga menjelaskan, terjadi penurunan angka kematian sejak digunakannya antidotum Fomepizole sebagai terapi pengobatan GGAPA. Sejak 25 Oktober distribusi dan penggunaan Fomepizole diperluas tidak hanya di RSCM, melainkan di 17 rumah sakit di 11 provinsi di Indonesia yang sudah mendapatkan distribusi Fomepizole.

"Sekitar 87% Fomepizole yang didatangkan Kemenkes dari luar negeri bersifat donasi gratis dari negara-negara sahabat," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement