JAKARTA - Dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk salah satu tokoh Calon Presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang memiliki arti yang besar. Keberadaan relawan, menjadi salah satu modal besar bagi Capres yang akan didukung oleh mantan Walikota Solo itu.
“Peran presiden itu sangat penting dan salah satu variabel kekuatan politik Capres. Dukungan presiden sangat penting karena Presiden Jokowi memiliki otoritas kewenangan. Dengan jabatannya, dia bisa menempatkan orang-orangnya untuk menjadi dalam tanda petik 'mesin politik',” kata Direktur Eksekutif Indostrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam, dalam konferensi pers daring, Senin 97/11/2022).
BACA JUGA: Hasil Survei Partai Perindo Melonjak, Jokowi: Partai yang Gede-gede Hati-Hati
Kedua, jelas dia, relawan yang royal dan loyal kepada Jokowi dipastikan akan mengikuti setiap arahan yang diberikan. Kondisi itu, tentu menjadi kekuatan besar bagi siapa saja yang didukung oleh Jokowi.
“Pak Jokowi ini memiliki relawan yang royal dan loyal. Sehingga apa arah politik, relawan akan mengikuti pilihan politiknya Pak Jokowi. Artinya, ketika Pak Jokowi mendukung salah satu Capres, misalnya Prabowo Subianto, tentu itu akan menambah kekuatan politik bagi Capres yang akan maju dalam pilpres 2024,” jelas dia.
BACA JUGA:Cerita Hary Tanoe 2 Tahun Keliling Lantik Pengurus Perindo hingga Jarang Berada di Rumah
Dukungan komunitas besar juga menjadi modal bagi Capres tertentu. Nahdlatul Ulama (NU) adalah ormas besar yang bisa jadi modal mendulang suara, ketika sudah menentukan pilihan.
“Salah satu komunitas besar di Indonesia adalah Nahdlatul Ulama. Ketika mendapat dukungan NU, tentu saja ini adalah kekuatan, amunisi politik baru yang bisa menambah elektabilitas,” papar dia.