Share

KTT Perubahan Iklim, Sekjen PBB: Kami Berada di Jalan Raya Menuju 'Neraka Iklim' dengan Menginjak Pedal Gas

Susi Susanti, Okezone · Selasa 08 November 2022 08:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 08 18 2702972 ktt-perubahan-iklim-sekjen-pbb-kami-berada-di-jalan-raya-menuju-neraka-iklim-tiloa5jRNP.jpg Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara di KTT Perubahan Iklim (Foto: Reuters)

MESIR – Para pemimpin dari 120 negara yang bertemu di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau COP27 di di Sharm el-Sheikh, Mesir, terus rembuk pendapat untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mengendalikan perubahan iklim.

Negara-negara di garis depan perubahan iklim memaparkan dampak nyata dari suhu yang lebih tinggi, kekeringan, dan banjir pada manusia dan lingkungan.

"Kami berada di jalan raya menuju neraka iklim dengan kaki kami menginjak pedal gas," kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada pertemuan puncak itu, dikutip BBC..

 Baca juga: KTT COP27, PM Inggris: Perang Ukraina Jadi Alasan untuk Bertindak Cepat Terhadap Perubahan Iklim

Peringatan keras juga digemakan oleh mantan Wakil Presiden AS dan pemerhati lingkungan Al Gore yang mengatakan negara-negara harus "berhenti mengurangi budaya kematian" dari bahan bakar fosil.

 Baca juga: 120 Pemimpin Dunia Rembuk Pendapat di KTT Perubahan Iklim, Ini yang Dibahas

Dalam pidatonya yang energik, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak para pemimpin dunia untuk memberikan keadilan iklim.

Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga berada di Mesir dan mengatakan negara-negara tidak boleh "lemah dan goyah" dalam aksi iklim.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan beralih ke energi terbarukan adalah kewajiban kebijakan keamanan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sedangkan PM baru Italia Giorgia Meloni mengatakan negaranya tetap "berkomitmen kuat" untuk tujuan iklimnya.

PM Barbados Mia Mottley berbicara tentang "horor dan kehancuran yang menghancurkan Bumi ini" pada tahun lalu.

"Apakah banjir apokaliptik di Pakistan, atau gelombang panas dari Eropa ke Cina, atau memang dalam beberapa hari terakhir di wilayah saya sendiri, kehancuran yang disebabkan di Belize oleh badai tropis Lisa, atau banjir besar beberapa hari yang lalu di St Lucia. Kita tidak perlu mengulanginya lagi," katanya.

Presiden Kenya William Ruto mengatakan waktu sangat penting. "Penundaan lebih lanjut akan membuat kita menjadi penonton yang sibuk karena bencana menghapus kehidupan dan mata pencaharian,” ujarnya.

Dia mengatakan hingga 700 juta orang di Afrika akan mengungsi karena kekurangan air pada 2030.

Seperti diketahui, KTT berlangsung di Mesir yang sebagian wilayahnya berada di Afrika, sebuah benua yang sangat rentan terhadap perubahan iklim.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini