Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Prabowo Paparkan Pelajaran dari Perang Rusia-Ukraina: Bisa Saudara Kaji!

Angkasa Yudhistira , Jurnalis-Rabu, 09 November 2022 |08:27 WIB
Prabowo Paparkan Pelajaran dari Perang Rusia-Ukraina: Bisa Saudara Kaji!
Menhan Prabowo Subianto (Foto : Tim Media Prabowo Subianto)
A
A
A

JAKARTA - Ada sejumlah pelajaran berharga yang dapat diambil dari invasi Rusia ke Ukraina, yang berlangsung sejak 24 Februari 2022 hingga saat ini. Menurut Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pelajaran pertama yang bisa dipetik adalah, kelebihan yang dimiliki "Negeri Beruang Merah", julukan Rusia, tidak menjamin keunggulan dalam pertempuran udara.

"Apa sebab-sebabnya? Ini juga saya kutip dari penilaian sumber-sumber internasional. Pertama, serangan-serangan mereka tidak efektif memberikan pukulan di hari-hari pertama, serangan-serangan tidak terkonsentrasi, tetapi tersebar, sehingga pertahanan dan kekuatan udara Ukraina masih mampu beroperasi," tuturnya dalam seminar TNI AU di Puri Ardhya Garini I Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa 8 November 2022.

Faktor berikutnya, kata Prabowo, kemampuan serangan siber Rusia tak terintegrasi dengan serbuan fisik. Kremlin pun dinilai gagal menetralisasi serangan udara Ukraina.

Keempat, kekuatan Rusia tidak berhasil mengintegrasikan intelijen taktis. Rusia tampak tidak memiliki rencana efektif untuk melawan drone dan unmanned aerial system dari Ukraina.

"Ini bukan saya pro Rusia, atau saya pro Ukraina, tidak. Ini pelajaran yang bisa kita ambil, dan bisa saudara kaji, dan saudara bantah. Ini saya lempar untuk saudara bahas dan mencari pengaruh dan apa yang bisa kita dapat dari pelajaran itu," imbuh dia.

Lebih jauh, Prabowo memaparkan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan teknologi alat utama sistem senjata (alutsista) guna memperkuat sistem pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka menjaga kedaulatan.

Peningkatan kompetensi SDM ditandai dengan peluncuran empat fakultas anyar jenjang S-1 di Universitas Pertahanan (Unhan), yang berada di bawah Kemhan). Penambahan melingkupi Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Farmasi.

"Saya lihat waktu itu adanya aset begitu penting ini, tapi waktu itu ada kekurangan. Menurut saya, kekurangannya adalah kekurangan sangat vital, kritis. Kekurangannya yaitu bahwa kita menyelenggarakan pendidikan S-2 dan S-3 dan sebagian besar di bidang manajemen, di bidang strategi," katanya.

"(Penambahan fakultas sebagai) antisipasi yang terjelek bukan menyebarkan pesimisme, tapi meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi ancaman. Demikian juga dengan akibat biologis ini, sekarang kita hadapi bahaya kenaikan harga pangan, langkanya pangan. Belum lagi akibat perang Ukraine dan Rusia," sambungnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement