Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ternyata Presiden Rusia Vladimir Putin Sempat Jadi Rektor, Begini Awalnya

Rina Anggraeni , Jurnalis-Kamis, 10 November 2022 |15:57 WIB
Ternyata Presiden Rusia Vladimir Putin Sempat Jadi Rektor, Begini Awalnya
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA- Ternyata Presiden Rusia Vladimir Putin sempat jadi rektor menarik untuk diulas.

Vladimir lahir 7 Oktober 1952, Leningrad, Rusia, Uni Soviet ini memiliki kisah dan pengalaman hidup yang jarang orang ketahui. 

Ternyata Presiden Rusia Vladimir Putin sempat jadi rektor berawal dirinya belajar hukum di Universitas Negeri Leningrad, di mana gurunya adalah Anatoly Sobchak, yang kemudian menjadi salah satu politisi reformasi terkemuka pada periode perestroika.

Putin menjabat 15 tahun sebagai perwira intelijen asing untuk KGB (Komite Keamanan Negara), termasuk enam tahun di Dresden, Jerman Timur. Pada tahun 1990 ia pensiun dari dinas aktif KGB dengan pangkat letnan kolonel dan kembali ke Rusia untuk menjadi rektor Universitas Negeri Leningrad dengan tanggung jawab atas hubungan eksternal lembaga tersebut.

Segera setelah itu, Putin menjadi penasihat Sobchak, walikota St. Petersburg pertama yang terpilih secara demokratis. Dia dengan cepat memenangkan kepercayaan Sobchak dan dikenal karena kemampuannya untuk menyelesaikan sesuatu; pada tahun 1994 ia telah naik ke jabatan wakil walikota pertama.

Lalu, ptahun 1996 Putin pindah ke Moskow, di mana ia bergabung dengan staf kepresidenan sebagai wakil Pavel Borodin, kepala administrator Kremlin. Putin tumbuh dekat dengan sesama Leningrader Anatoly Chubais dan naik ke posisi administratif. Pada Juli 1998 Pres Boris Yeltsin mengangkat Putin sebagai direktur Layanan Keamanan Federal (FSB; penerus domestik KGB), dan tak lama kemudian ia menjadi sekretaris Dewan Keamanan yang berpengaruh.

Lalu, pada 26 Maret 2000, Vladimir Putin memenangi Pemilu Presiden Rusia. Pria yang sebelumnya menjadi Perdana Menteri (PM) Rusia itu menggantikan posisi Boris Yeltsin.

Pada pemilu tersebut, Putin mendapat 52,94 persen suara. Kemenangan itu membuatnya secara resmi menjabat sebagai presiden pada 7 Mei 2000. Hebatnya, saat itu Putin maju sebagai calon independen dan tidak mendapat dukungan partai mana pun.

Selain menjadi Presiden Rusia, Putin kini menjadi Ketua Umum Rusia Bersatu. Itu merupakan sebuah partai politik yang menguasai parlemen di Rusia sebanyak 70 persen. Hal tersebut sudah terjadi sejak April 2008.

Putin mendapat dukungan dari pejabat-pejabat teras Rusia, salah satnya adalah Boris Yeltsin. "Dia dapat mengulangi kejayaan Rusia yang baru pada abad 21,” ungkapnya ketika itu.

Bahkan, mantan presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, ikut mendukungnya. Ketika itu, Clinton mengatakan putin mampu menjadikan Rusia sebagai negara yang berprospek dan kuat.

Putin mulai menggerakkan misi dengan mengganti lagu kebangsaan Rusia yang berjudul ‘Patriotiskaya Pesn’ dengan lagu kebangsaan Uni Soviet ‘Gimn Sovetskogo Soyuza’.

Pada Pemilu Rusia 2004, Putin kembali mempertahankan kursi presiden. Kekuasaannya juga tak bergeser pada Pemilu Rusia 2008 dan 2012. Nah, Konstitusi Rusia melarang jabatan presiden lebih dari tiga periode secara beruntun.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement