JAKARTA – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengupayakan agar produk sejarah dan budaya bangsa yang mereka sajikan ke masyarakat bisa diakses secara digital.
“Kita sudah bisa mengubah sistem arsip kita ke sistem digital. Betul-betul arsip sekarang ini tercipta secara digital. Jadi, kalau dulu membuat surat pakai kertas, sekarang menciptakan surat, laporan, sudah digital semua,” jelas Kepala ANRI, Drs. Imam Gunarto M. Hum. dalam program Special Dialogue Okezone.
Dengan upaya ini bisa membuat generasi sekarang tertarik dan menjadi lebih cinta kepada budaya dan bangsanya.
Imam mengatakan bahwa untuk melakukan digitalisasi arsip butuh investasi yang besar dan waktu yang lama. Dikarenakan koleksi yang ANRI miliki sangat banyak.
“Arsip kertasnya saja itu ada 30 km linear. Jadi kalau 30 km, arsip ANRI kalau dijejer Jakarta-Bogor,” ungkap Imam.