Share

Suami Istri yang Bekerja Sebagai Guru Membuat Video Porno di Ruang Kelas, Picu Kemarahan Orangtua Siswa

Susi Susanti, Okezone · Senin 14 November 2022 07:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 18 2706792 suami-istri-yang-bekerja-sebagai-guru-membuat-video-porno-di-ruang-kelas-picu-kemarahan-orangtua-siswa-scyQ308qH5.jpg Pasangan suami istri yang bekerja sebagai guru dipecat usai diduga membuat video porno di ruang kelas (Foto: Twitter)

ARIZONA - Siswa di Sekolah Menengah Thunderbolt diduga menemukan akun web guru mereka, yang tampaknya berisi video porno yang direkam di ruang kelas.

Seperti diketahui, pasangan suami istri yang bekerja menjadi guru di Arizona telah dipecat setelah diketahui membuat video porno di kelas sekolah menengahnya.

Samantha Peer adalah seorang guru sains di Thunderbolt Middle School dan dipecat pada 31 Oktober lalu. lalu suami Peer, Dillon Peer, seorang guru kelas empat di Nautilus Elementary, juga dipecat pada 4 November lalu.

Baca juga: Pasangan Suami Istri yang Bekerja Sebagai Guru Dipecat Usai Diduga Membuat Video Porno di Ruang Kelas

AZ Family melaporkan orangtua siswa pun langsung bereaksi marah dan kesal atas situasi yang melibatkan anak mereka dan gurunya terkait masalah itu.

Baca juga: Sebelum Kebaya Merah, Kasus-Kasus Video Porno Ini Pernah Hebohkan Publik Indonesia

Menurut salah satu ibu siswa, Kristina Minor, guru tersebut diduga membagikan rekaman eksplisit dirinya di kelas melakukan video porno di meja ruang kelas.

Video yang menampilkan guru yang bersangkutan bersama dengan beberapa fotonya diduga diposting di Libs of Tiktok di Twitter.

“Itu meja putri temanku. Dan dia malu atas situasi ini. Dia [guru] tidak peduli mengetahui siswa telah melihat segalanya dan di meja siswa,” terangnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Minor mengaku telah melihat materi cabul guru itu secara online juga. “Dia [guru] menggunakan foto buku tahunan sekolahnya di OnlyFans,” lanjutnya.

“Saya seorang wajib pajak. Saya tidak membayar guru-guru ini untuk memfilmkan pornografi. Mereka dibayar untuk mengajar anak-anak kita, dan menetapkan standar yang lebih tinggi untuk mereka,” tambahnya.

Menurut Departemen Kepolisian Danau Havasu, tidak ada tuntutan yang diajukan hingga saat ini.

Orangtua mengklaim bahwa mereka masih muak dengan keadaan tersebut. “Saya benar-benar marah. Anak-anak kita seharusnya tidak terkena ini, ” kata Alea Bilski, ibu seorang siswa.

Orangtua dari anak-anak di Sekolah Menengah Thunderbolt mengklaim bahwa Distrik Sekolah Bersatu Danau Havasu menghubungi mereka atas insiden tersebut dengan mengirimkan surat pernyataan.

“Kami telah memperhatikan bahwa siswa telah menyebarkan materi eksplisit melalui udara. Gambar tidak terjadi selama hari sekolah dan orang yang digambarkan tidak lagi bekerja untuk LHUSD. Hapus semua gambar dari ponsel anak Anda dan bicarakan dengan mereka tentang penggunaan teknologi yang tepat,” tulis pengumuman itu.

Salah satu orang tua juga men-tweet insiden tersebut.

“Seorang guru di Thunderbolt MS di Danau Havasu USD memposting foto di media sosial yang dibagikan siswa. Dia tidak lagi mengajar di sana, tetapi distrik tidak segera memberi tahu orang tua dan ketika mereka melakukannya, mereka menyalahkan siswa karena melihat mereka,” cuir salah satu orangtua siswa.

Suami pelaku yang yang mengajar di sebuah sekolah dasar di distrik yang sama, dilaporkan menerima email yang memberi tahu orangtua bahwa dia juga telah dipecat.

Dia diduga muncul di beberapa konten. Sebagai tanggapan, beberapa orang membagikan pandangan mereka tentang masalah ini ketika seseorang memberikan cuitan masalah tersebut.

“Apa yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu seperti ini? Apakah ada tes kepribadian atau pemeriksaan latar belakang yang dilakukan saat merekrut guru? Ini dipelintir,” tulis orangtua lainnya.

“Salah satu foto menjijikkan itu berasal dari kelasnya. Sulit dipercaya,” tambah orangtua yang lain.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini