NUSA DUA – Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak pada Selasa, (15/11/2022) bergabung bersama pemimpin dunia lain menghadiri KTT G20 di Bali. Pada kesempatan itu, Sunak meluncurkan Indonesia Just Energy Transition Partnership (JETP) di acara sampingan Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII).
Kemitraan yang dipimpin Inggris ini akan membantu Indonesia mengejar percepatan transisi energi dari bahan bakar fosil ke sumber terbarukan. JETP mencakup jalur ambisius untuk mengurangi emisi sektor listrik, strategi yang didasarkan pada perluasan energi terbarukan, dan pengurangan bertahap batu bara.
Transisi ini tidak hanya akan memberikan peningkatan aksi iklim, tetapi juga akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi, pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan, pengurangan polusi, dan masa depan yang tangguh dan sejahtera bagi masyarakat Indonesia, demikian dilansir dari lama resmi pemerintah Inggris, Selasa.
BACA JUGA: RI Tagih Janji Rp1.554 Triliun dari Negara Maju untuk Atasi Perubahan Iklim
Kesepakatan tersebut berfokus pada pencapaian transisi ini dengan mempertimbangkan semua pekerja, komunitas, dan kelompok masyarakat yang terkena dampak langsung atau tidak langsung oleh transisi energi dari batu bara, dan membantu memastikan bahwa mereka didukung melalui komitmen nyata.
Model JETP dirintis pada KTT COP26 di Glasgow tahun lalu, di mana Afrika Selatan dan International Partners Group (IPG) dari Prancis, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa mengumumkan terobosan panjang, JETP senilai USD8,5 miliar, menetapkan preseden baru dalam transisi energi berkeadilan global.