Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Dua Putri Cantik Raden Wijaya Berkuasa di Kerajaan Majapahit secara Bersamaan

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 16 November 2022 |05:29 WIB
Kisah Dua Putri Cantik Raden Wijaya Berkuasa di Kerajaan Majapahit secara Bersamaan
Kerajaan Majapahit. (Foto: Istimewa)
A
A
A

DUA raja perempuan bertahta pasca-meninggalnya Jayanegara. Keduanya memimpin secara bersamaan usai peristiwa Ra Tanca, dokter istana yang menghabisi nyawa raja kedua Majapahit

Namun matinya Jayanegara membuat dua putri Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi dan Dyah Wiyat atau Rajadewi Maharajasa, selamat dari cengkraman kebiadaban Jayanegara yang telah mengincarnya.

Keduanya akhirnya memerintah bersamaan setelah Gayatri istri Raden Wijaya menolak tahta karena memilih menjadi pendeta.

Dalam buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana dikisahkan, awalnya kedua putri itu memerintah di dua wilayah berbeda. Tribuwana Tunggadewi memimpin Kahuripan dan Rajadewi Maharajasa memerintah Daha.

 Baca juga: Pejabat Istana Kerajaan Majapahit Berkhianat Berujung Serangan ke Lumajang

Keduanya memerintah wilayah masing-masing dengan gelar Rani Kahuripan dan Rani Daha. Tak hanya itu, sepeninggal Jayanegara membuat para laki-laki yang mempunyai ketertarikan kepada dua putri itu berani menginjakkan istana Majapahit lagi, untuk melakukan pendekatan.

Pada tahun 1250 Saka atau 1328 Masehi pun putri Tribuwanatunggadewi menikah dengan Sri Kertawardana dari Singasari, putra Cakradara. Sedangkan Rajadewi Maharajasa atau Bhre Daha menikah dengan Raden Kuda Amerta dari Wengker atau Bhreng Prameswara rRng Pamotan, dengan nama Abiseka Sri Wijayarajasa.

Selanjutnya kedua putri Raden Wijaya ini memimpin Majapahit. Tribuwanatunggadewi dinobatkan sebagai Rani Majapahit atau Raja Majapahit. Ia memerintah bersama adiknya Rani Daha atau Rajadewi Maharajasa.

Pemerintahan bersama dilakukan agar segala kesulitan yang mungkin timbul jika seandainya hanya Rani Kahuripan atau Tribuwanatunggadewi saja yang memegang tampuk pemerintahan. Hal ini tak lepas dari hasil pemikiran Gajah Mada, yang terkenal sebagai orang bijaksana dalam tindakannya.

Kedua putri ini mengadakan persekutuan untuk memerintah Kerajaan Majapahit. Sementara saat itu patih amangku bumi masih tetap dijabat Aria Tadah. 

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement