Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sempat Tegang di KTT G20, Presiden China Tuduh PM Kanada Bocorkan Rincian Pertemuan Tertutup ke Media

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 17 November 2022 |05:44 WIB
Sempat Tegang di KTT G20, Presiden China Tuduh PM Kanada Bocorkan Rincian Pertemuan Tertutup ke Media
Presiden China Xi Jinping menemui PM Kanada (Foto: Radio-Canada)
A
A
A

BALIPresiden China Xi Jinping diketahui menuduh Perdana Menteri Kanada (PM) Justin Trudeau membocorkan rincian pertemuan, beberapa hari setelah mereka mengadakan pembicaraan di KTT G20 di Bali.

Presiden Xi mengatakan kepada PM Kanada, melalui penerjemah, ini tidak pantas dan menuduhnya kurang "ketulusan".

Dia kemungkinan merujuk pada laporan bahwa Trudeau membahas dugaan spionase dan campur tangan China dalam pemilihan Kanad.

Pembicaraan, yang terjadi di balik pintu tertutup, adalah yang pertama bagi pasangan itu dalam beberapa tahun.

Baca juga: Foto-Foto Suasana Pertemuan Jokowi-Xi Jinping saat KTT G20 di Bali 

Dalam rekaman itu, yang direkam oleh wartawan di pertemuan para pemimpin dunia KTT G20 yang sekarang sudah selesai, Presiden Xi dan Trudeau terlihat berdiri berdekatan dan berbicara melalui penerjemah.

Baca juga: Ketika Pengawal Adu Mulut dan Dihadang Paspampres RI saat Presiden China Ingin Bertemu Presiden Jokowi

"Semua yang kami diskusikan telah bocor ke surat kabar dan itu tidak pantas," kata pemimpin China itu kepada Trudeau dalam bahasa Mandarin, dikutip BBC.

Ini menangkap momen jujur yang langka dari Presiden Xi, yang citranya biasanya dikuratori dengan cermat oleh media pemerintah China.

Setelah tersenyum dan menganggukkan kepalanya, PM Kanada merespons hal itu.

“Di Kanada kami percaya pada dialog yang bebas dan terbuka dan jujur dan itulah yang akan terus kami miliki,” terangnya.

"Kami akan terus bekerja sama secara konstruktif, tetapi akan ada hal-hal yang tidak kami setujui," tambahnya.

Namun Presiden Xi memotong pembicaraan Trudeau dan meminta agar dia terlebih dahulu "menciptakan kondisi". Keduanya pun berjabat tangan dan berjalan pergi.

 Pertemuan singkat namun terbuka itu menyoroti ketegangan antara China dan Kanada, yang memuncak sejak penahanan eksekutif Huawei Technologies Meng Wanzhou pada 2018 dan penangkapan berikutnya oleh Beijing atas dua warga Kanada atas tuduhan mata-mata. Ketiganya kemudian dibebaskan.

Namun ketegangan baru-baru ini muncul kembali setelah penangkapan Yuesheng Wang, seorang pekerja utilitas publik di Hydro-Quebec, yang didakwa melakukan spionase.

“Wang mendapatkan rahasia dagang untuk menguntungkan Republik Rakyat China, dengan merugikan kepentingan ekonomi Kanada," kata polisi Kanada dalam sebuah pernyataan.

Pada saat itu, Trudeau dan Presiden Xi berada di KTT G20 di pulau Bali, Indonesia.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement