Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waketum Golkar Sebut Isyarat dari Jokowi soal Capres Masih Sangat Normatif

Nur Khabibi , Jurnalis-Jum'at, 18 November 2022 |19:09 WIB
Waketum Golkar Sebut Isyarat dari Jokowi soal Capres Masih Sangat Normatif
Webinar Partai perindo/Foto: Tangkapan layar
A
A
A

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai isyarat Presiden Joko Widodo 'setelah ini jatah Prabowo' soal pemilihan umum presiden (Pilpres) 2024 merupakan pernyataan yang normatif.

"Apa yang disampaikan kalau kita bicara isyarat dari pak Jokowi sebetulnya ini masih sangat normatif," kata Doli di webinar Partai Perindo bertajuk 'Menebak Arah Isyarat Capres 2024 Versi Presiden Jokowi' pada Jumat (18/11/2022).

 BACA JUGA:BPOM Tarik 81.000 Obat Sirup di Batam

Doli menangkap beberapa ucapan dan prinsip yang disampaikan Jokowi terutama soal penunjukkan capres bahwa semua elit politik harus memahami situasi yang dihadapi Indonesia dan juga negara lain di seluruh dunia ke depan. Terutama dalam menghadapi krisis dan resesi ekonomi.

"Pasca-pandemi Covid-19 ada beberapa dampak yang luas terjadi di semua negara termasuk Indonesia, bagaimana mengatasi krisis dan kemungkinan akan terjadi resesi ekonomi. Itu pesan-pesan yang selalu disampaikan oleh Presiden kita," ungkap dia.

 BACA JUGA:5 Fakta Harun Yahya, Sosok Kontroversial yang Divonis hingga 8.658 Tahun Bui

Untuk menghadapi situasi itu, Doli menilai pesan disampaikan Jokowi saat HUT ke-8 Partai Perindo intinya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan soliditas.

"Terutama antar-elit politik," jelas Doni.

Dikaitkan dengan figur capres, dilanjutkan Doni, Kepala Negara berharap partai-partai politik sebagai institusi yang punya kualitas dan punya hak dalam hal konstitusi untuk mencalokan capres sendiri maupun berkoalisi harus mencari sosok yang tepat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement