Share

Diduga Terpapar Penyakit Ngorok Ratusan Kerbau Mati Mendadak di Merangin Jambi

Nanang Fahrurozi, iNews · Selasa 22 November 2022 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 340 2712632 diduga-terpapar-penyakit-ngorok-ratusan-kerbau-mati-mendadak-di-merangin-jambi-hteCr2b2q5.jpg Kerbau mati mendadak di Merangin Jambi (Foto: MPI)

MERANGIN - Peternak Kerbau di Desa Muara Jernih dan Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu serta Peternak Kerbau di Desa Rantau Panjang Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin, Jambi harus kehilangan ratusan ekor kerbau yang mati mendadak diduga karena penyakit Septicaemia Epizootia (SE) atau penyakit ngorok.

Sejauh ini belum ada pihak Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan kabupaten Merangin yang datang ke wilayah yang terdampak penyakit kerbau tersebut. Arfan salah satu warga Tabir Ulu mengatakan jika melihat gejalanya kerbau-kerbau tersebut diduga terserang penyakit ngorok.

"Ya, kerbau-kerbau itu tiba tiba mati mendadak, kalau bahasa kami kena penyakit ngorok" katanya.

Baca juga: Terserang Penyakit Ngorok, Ratusan Kerbau di Rokan Hulu Mati

Hal ini juga dikatakan Fitri warga asal Rantau Panjang Tabir Penyebaran penyakit ini diduga karena ada perpindahan ternak ke beberapa lokasi.

"Jika ada ternak yang mengalami sakit, sebaiknya tidak dikeluarkan dari kandang dan ditempatkan pada kandang yang terpisah agar tidak menular pada hewan ternak lainnya" terangnya.

Baca juga: Kerbau Hamil Ditemukan Tinggal Kepala dan Tulang di Lumajang, Anehnya Tidak Ada Ceceran Darah!

"Karena penularan penyakit ngorok ini juga cepat, terutama dari cairan tubuh ternak. Jadi jika ada ternak yang sakit, hendaknya dikurung di kandang saja, jangan di bawa ke padang rumput atau ke luar kandang apalagi dijual," paparnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Warga meminta kepada pihak terkait untuk segera meninjau dan mengecek langsung jika perlu lakukan Vaksinasi terhadap ternak kerbau Warga di dua Kecamatan Tabir dan Tabir Ulu itu.

"Sebab penyakit ngorok kali ini memakan korban yang sangat besar jumlahnya bila dibandingkan pada tahun tahun sebelumnya, matinya kerbau Warga mangakibatkan kerugian ekonomi yang besar"pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini