PEKANBARU - Ratusan sapi milik warga di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mati mendadak. Diduga hewan ternak tersebut mati akibat terserang penyakit ngorok atau Sepricaemia Epizootica.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perkebunan Rohul, Doni mengatakan, pendataan ada dua daerah yang banyak ditemukan penyakit ngorok yakni di Tanjung Belit, Kecamatan Rambah dan wilayah Bangun Purba.
"Data sementara yang saya terima ada 114 kerbau yang mati akibat terkena penyakit ngorok atau terkena serangan di saluran pernapasan," kata Doni, Selasa (1/11/2022).
BACA JUGA:Kerbau Hamil Ditemukan Tinggal Kepala dan Tulang di Lumajang, Anehnya Tidak Ada Ceceran Darah!
Dia merincikan untuk di daerah Rambah ada 59 ekor yang mati. Rinciannya adalah 38 sempat dipotong sementara 21 ekor tidak sempat untuk dipotong. Sedangkan di Bangun Purba ada 55 ekor ada sebagian yang sempat dipotong ada yang tidak.
"Kalau penyakit ngorok masih aman dikonsumsi. Jadi ada yang sempat dipotong ada yang tidak kerbaunya," imbuhnya.
BACA JUGA:Ketahuan Curi Kerbau, Pelaku Diamuk Massa hingga Kritis