Share

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Palembang, Puluhan Muda-mudi Ditangkap

Era Neizma Wedya, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 610 2712474 polisi-bongkar-prostitusi-online-di-palembang-puluhan-muda-mudi-ditangkap-i9ktMQpoeq.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

PALEMBANG - Tim kepolisian dari Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Sumsel berhasil membongkar bisnis prostitusi online di Palembang. Sindikat ini memanfaatkan aplikasi MiChat dalam menjalankan transaksinya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes M Anwar Reksowidjoho mengatakan, kasus prostitusi online ini terungkap setelah petugas menyelidiki laporan dari masyarakat melalui layanan pengaduan dari WhatsApp.

"Petugas lalu mendalami laporan, dan melakukan penggerebekan di salah satu hotel yang berada di Jalan Kolonel H Burlian, Kecamatan Sukarami, Palembang,โ€kata Anwar, Selasa (22/11/2022).

ย BACA JUGA:Anggota Polisi Tewas Ditikam Usai Cekcok dengan Cewek MiChat, Begini Cara Kerja Aplikasi MiChat yang Sering Dipakai Bisnis Prostitusi Online

Dikatakan Anwar, dalam giat tersebut diamankan 20 orang pasangan muda-mudi berusia 17-29 tahun yang diduga terlibat dalam bisnis prostitusi online. Di mana 2 orang di antaranya berstatus broker atau muncikari.

"Mereka ini menawarkan jasa kencan melalui aplikasi MiChat. Ada yang melakukan langsung dan ada juga melalui jasa muncikari," katanya.

ย BACA JUGA:Prostitusi Selebgram di Makassar, Dua Muncikari Jadi Tersangka

Modus yang dilakukan, muncikari ini akan mengirimkan berbagai foto wanita kepada pelanggan. Jika sudah ada kesepakatan harga maka akan dilanjutkan dengan pemesanan hotel serta eksekusi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Mereka ini sifatnya open BO atau booking out seharga Rp 150-400 ribu untuk kencan selama 15 menit. Jika lebih dari itu maka tarifnya bisa disesuaikan oleh penyedia jasa," katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, rata-rata setiap orang dapat melayani sampai tiga orang per hari dengan tarif Rp 150-800 ribu. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti alat kontrasepsi, HP, uang tunai, dan barang-barang lainnya.

"Saat ini 20 orang yang diamankan itu masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini