Menjelang pembukaan Piala Dunia pada Minggu (20/11/2022) lalu, negara kaya energi di Timur Tengah itu dikritisi karena perlakuannya terhadap para pekerja migran dan langkah mengkriminalisasi lesbian dan gay.
“Dalam beberapa tahun terakhir ini Qatar telah membuat langkah berarti pada undang-undang perburuhannya, untuk memperluas hak-hak pekerja,” ujar Blinken.
“Masih ada hal-hal yang harus diperbaiki dan Amerika akan terus bekerja bersama Qatar untuk memperkuat hak-hak buruh dan hak asasi manusia, bahkan setelah berakhirnya Piala Dunia,” tambahnya.
Seperti diketahui, hanya beberapa jam sebelum para pemain pertama yang mengenakan ban lengan untuk mendukung kampanye “One Love” turun ke lapangan pada Senin (21/11/2022), FIFA memperingatkan bahwa mereka akan langsung diganjar kartu kuning. Sebagai informasi, ketika seorang pemain menerima dua kartu kuning, ia akan dikeluarkan dari pertandingan tersebut dan yang berikutnya.
Pada akhirnya, tidak ada pemain yang mengenakan ban lengan untuk mendukung kampanye “One Love” saat turun ke lapangan pada Senin (21/11/2022), meskipun tujuh tim Eropa sempat mengatakan berencana mengenakannya menjelang turnamen.
Harry Kane dari Inggris mengenakan ban lengan dengan pesan “Tidak Boleh Ada Diskriminasi” yang disetujui FIFA dan ditawarkan sebagai kompromi dalam pertandingan melawan Iran.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.