Share

Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Bullying Siswa SD hingga Koma

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 24 November 2022 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 519 2713994 polisi-periksa-12-saksi-kasus-bullying-siswa-sd-hingga-koma-dkHWBpsLhB.jpg Foto: Okezone

MALANG - Polres Malang masih memeriksa belasan saksi terkait dugaan perundungan siswa kelas II SD hingga koma dirawat di rumah sakit. Saat ini pihak Polres Malang mengakui telah menerima laporan dari ayah korban dan telah memprosesnya.

 (Baca juga: Siswa SD Koma Akibat Dianiaya Kakak Kelasnya di Malang)

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana menyebutkan, penanganan kasus perundungan ini pihaknya harus berhati-hati. Sebab antara korban dan pelaku seluruhnya sama-sama berstatus anak di bawah umur, yang memiliki prosedur penyelidikan sesuai undang-undang yang berlaku.

"Kami telah melakukan pemeriksaan pada 12 saksi dan 7 ABH (Anak yang Berhadapan dengan Hukum) kami kategorikan ABH, karena status masih di bawah umur dan terkategori anak," kata Putu Kholis Aryana ditemui di RSI Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Kamis pagi (24/11/2022).

Sejauh ini pihaknya masih melakukan proses penanganan sebagaimana anak yang berhadapan dengan kasus hukum, baik melalui mekanisme pendampingan mediasi, hingga nanti diversi.

"Ada upaya-upaya pendampingan dan upaya - upaya mediasi, dan nanti melibatkan Bapas (Balai Pemasyarakatan), DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan orang tua, wali murid kepala sekolah," ujarnya.

"Nanti kami juga minta pendampingan Diknas (dinas pendidikan) dan pihak-pihak terkait, agar memastikan bahwa proses yang kami jalankan sesuai prosedur, mungkin apakah nanti penanganannya melalui mekanisme diversi, melihat perkembangan, hasil proses mediasi dan pendampingan nanti akan muncul rekomendasi - rekomendasi yang akn kami tindaklanjuti," tambahnya.

Putu menegaskan tak boleh menyebut tujuh terduga pelaku itu sebagai tersangka. Sebab hal itu masih berstatus anak di bawah umur.

Sebelumnya diberitakan seorang siswa SD di Kabupaten Malang diduga menerima perlakuan perundungan dan penganiayaan oleh kakak kelasnya kelas VI, pada Jumat (11/11/2022). Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo yang berada di Jalan Raya Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Setelah diduga dieksekusi korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah.Akibat kejadian itu korban mengeluhkan pusing dan mual, serta harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan.

Korban akhirnya dirujuk ke RSI Gondanglegi dan telah dirawat selama satu minggu hingga Kamis (24/11/2022). Selama perawatan di RSI Gondanglegi, korban sempat mengalami koma akibat luka yang diterimanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini