Share

Ngaku Jadi Korban Kejahatan, Ternyata Pria Ini Terkena Pecahan Kaca saat Bertengkar dengan Pacar

Erfan Erlin, iNews · Sabtu 26 November 2022 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 26 510 2715316 ngaku-jadi-korban-kejahatan-ternyata-pria-ini-terkena-pecahan-kaca-saat-bertengkar-dengan-pacar-dyWp4hNqBn.jpg (Ilustrasi/Okezone)

BANTUL - Polsek Sanden Bantul menangkap 3 pria, yaitu RK, S (34), dan AN (38) karena menyebarkan berita bohong (hoaks) tentang kejahatan jalanan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry menuturkan peristiwa tersebut bermula ketika seorang pemuda di Sanden Bantul, mengaku menjadi korban kejahatan jalanan. Padahal yang bersangkutan terluka terkena sabit saat mencari rumput dan terkena pecahan kaca karena bertengkar dengan pacarnya.

"Jadi dia itu terluka karena terkena sabit saat cari rumput dan terkena pecahan kaca. Tapi bukan karena kejahatan jalan," kata dia, Sabtu (26/11/2022).

Pemuda tersebut bernama RK. Dia mengaku telah menjadi korban kejahatan jalanan. Bahkan, pengakuannya itu menjadi viral setelah disebarluaskan oleh S (34) dan AN (38) di grup WhatsApp.

S dan AN yang merupakan warga Kapanewon Sanden Bantul menulis narasi di grup WhatsApp, apabila RK telah menjadi korban kejahatan jalanan di Jalan Samas-Parangtritis tepatnya di sebelah timur Jembatan Merah Srigading Sanden Bantul.

Mengetahui berita viral tersebut, Unit Reskrim Polsek Sanden Polres Bantul langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi.

"Namun tidak ada saksi yang melihat atau mendengar tentang adanya kejadian tersebut di lokasi," ujarnya.

Selain itu, petugas korban dan penyebar berita tersebut, yakni S dan AN. Setelah dilakukan interograsi lebih lanjut, akhirnya RK mengakui dirinya telah berbohong.

"Akhirnya yang bersangkutan mengakui bahwa cerita tersebut bohong, yang benar bahwa luka pada tangan kanannya disebabkan karena terkena sabit saat mencari rumput dan terkena pecahan kaca karena bertengkar dengan pacarnya,” jelas Jeffry.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara salah satu penyebar hoax, AN mengaku, ia menyebarkan berita tersebut kepada teman-temannya dengan motif untuk memberi peringatan agar selalu waspada.

“Kami mengimbau kepada warga masyarakat, agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya. Selalu saring sebelum sharing,” ujar Jeffry

Pelaku penyebar hoax, lanjut Jeffry, dapat dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik disingkat UU ITE. Ancaman hukumannya juga tidak main-main, ancaman pidana paling lama enam tahun atau denda paling banyak sebesar satu miliar rupiah.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini