“Burung penciduk ekor pendek dan burung kambing dapat hinggap di air dan mencari makan,” kata Eric Woehler dari Birdlife Tasmania kepada ABC News. “Jika godwit mendarat di air, itu mati. Ia tidak memiliki jaring di kakinya, ia tidak memiliki cara untuk keluar dari air. Jadi jika jatuh ke air karena kelelahan, jika cuaca buruk memaksanya ke permukaan laut, dia tamat.”
Para ilmuwan dapat melacak rekor penerbangan godwit dengan bantuan pelacak kecil yang beratnya hanya 5 gram. Kemajuan teknologi telah memungkinkan para peneliti untuk melacak spesies burung sekecil itu tanpa membahayakan mereka, karena menambahkan bobot apa pun yang signifikan pada makhluk yang beratnya hanya antara 300 dan 400 gram dapat membahayakan nyawanya.
“Menempatkan tag satelit pada albatros yang beratnya lima kilo atau lebih adalah satu hal, tetapi merupakan cerita yang sama sekali berbeda dalam hal teknologi dan etika untuk memasang pelacak pada burung yang beratnya hanya 300 atau 400 gram,” kata Dr. Woehler sebagaimana dilansir Oddity Central.
Data yang tercatat menunjukkan bahwa godwit ekor belang berusia lima bulan lepas landas pada 13 Oktober dari lahan basah Delta Yukon Kuskokwim di Alaska, mengikuti rute reguler melintasi Samudra Pasifik ke Kaledonia Baru dan melalui Laut Tasman, sebelum membuat belokan 90 derajat yang tidak terduga yang membuatnya mengarah ke Tasmania daripada Selandia Baru.