Share

Polisi Ungkap Kasus Temuan Mayat di Jembatan Tol Ciwaringin, Pelakunya Sekelompok Pelajar

Abdul Rohman, MNC Portal · Senin 28 November 2022 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 525 2716576 polisi-ungkap-kasus-temuan-mayat-di-jembatan-tol-ciwaringin-pelakunya-sekelompok-pelajar-vRXOWVofbd.jpg Polisi menangkap sekelompok pelajar terkait temuan mayat di Tol Ciwaringin. (MNC Portal/Abdul Rohman)

CIREBON - Polisi berhasil mengungkap kasus temuan mayat di bawah jembatan tol Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebonyang, yang diduga korban pembunuhan. Ternyata, pelakunya merupakan kelompok pelajar yang mengatasnamakan geng paan seek atau anak bae bae.

Korban diketahui merupakan seorang pelajar berinisial RSM (16) warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Cirebon. Dari kelompok CHOMAZ16SOL, yang ditemukan tewas di bawah jembatan Tol Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Dari hasil pendalaman saksi-saksi, kurang dari 24 jam, penyidik menangkap 7 tersangka. Semuanya merupakan pelajar asal warga Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon Kombes Arif Budiman mengatakan, kasus tersebut bermula dari adanya ajakan duel antara dua kelompok yang berasal dari wilayah Kabupaten Cirebon dan Majalengka. Kemudian, mereka bertemu di Jalan By Pass Flyover Desa Ciwaringin. Kemudian bentrok terjadi antar dua kelompok.

"Kasus ini bermula adanya saling menantang antar dua kelompok di media sosial. Kemudian mereka sepakat untuk bertemu di bawah jembatan jalan tol Ciwaringin," kata Kapolresta Cirebon Kombes Arief Budiman, saat konferensi pers, Senin (28/11/2022).

BACA JUGA:Penuh Luka Tusukan, Mayat Laki-Laki Ditemukan Warga di Bawah Jembatan Tol Ciwaringin. 

Dalam pertemuannya itu, dua kelompok geng itu masing-masing membawa senjata tajam. Setibanya di lokasi kejadian perkara kelompok geng paan seewk langsung menyerang, sehingga korban RSM tertinggal dan menjadi bulan-bulanan geng tersebut.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Penganiayaan itu, membuat korban mengalami luka-luka cukup parah di dada dan di bagian kepala, hingga meninggal dunia dengan kondisi penuh luka," katanya.

Kini, lanjut Kapolresta, ketujuh tersangka itu sudah mendekam di sel tahanan Polresta Cirebon, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan satu orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.

"Atas perbuatanya, ketujuh tersangka dijerat Pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76 c UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 ayat (3)e kuhpidana, dan terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini