Share

Dinilai Rasis, WHO Akan Ganti Nama Penyakit Cacar Monyet Jadi 'Mpox'

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 29 November 2022 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 18 2716900 dinilai-rasis-who-akan-ganti-nama-penyakit-cacar-monyet-jadi-mpox-l5aoVyu4ui.jpg Foto: Reuters.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan mulai menggunakan "mpox", istilah baru untuk cacar monyet, dalam upaya untuk menghindari rasisme dan stigmatisasi yang berasal dari nama yang saat ini digunakan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah mengkritik beberapa liputan berita tentang virus cacar monyet, memperingatkan bahwa jurnalisme yang buruk dapat "memperkuat stereotip homofobik dan rasis serta memperburuk stigma".

Dilansir dari Al Jazeera, penyakit ini pertama kali ditemukan pada manusia pada 1970 di Republik Demokratik Kongo, dengan penyebaran di antara manusia sejak saat itu terutama terbatas pada negara-negara Afrika Barat dan Afrika Tengah tertentu.

Namun, lonjakan infeksi cacar monyet telah dilaporkan di berbagai negara di luar Afrika sejak awal Mei, sebagian besar di antara pria yang berhubungan seks dengan pria lain.

PBB telah menyarankan membatasi jumlah pasangan seksual yang dimiliki seseorang untuk mengurangi risiko penularan. Sementara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki kemungkinan besar akan terpengaruh, pejabat publik menekankan bahwa siapa pun dapat tertular cacar monyet.

Namun pada Mei, kasus penyakit yang menyebabkan demam, nyeri otot, dan lesi kulit seperti bisul yang besar, mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

WHO menyatakan penyebaran cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC), tingkat kewaspadaan tertinggi organisasi kesehatan global, pada 23 Juli.

“Ketika wabah cacar monyet meluas awal tahun ini, bahasa rasis dan menstigmatisasi secara online, di lingkungan lain dan beberapa komunitas diamati dan dilaporkan ke WHO,” kata badan kesehatan PBB itu, Senin, (28/11/2022).

WHO meluncurkan proses konsultasi publik untuk menemukan nama baru untuk penyakit tersebut awal tahun ini dan menerima lebih dari 200 proposal.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Salah satu nema populer yang disarankan publik adalah "mpox" atau "Mpox", yang antara lain diajukan oleh organisasi kesehatan pria REZO. Direktur REZO mengatakan pada saat itu bahwa penghapusan kata monyet membantu orang menangani keadaan darurat kesehatan dengan serius.

“Menyusul serangkaian konsultasi dengan pakar global, WHO akan mulai menggunakan istilah baru ‘mox’ sebagai sinonim untuk cacar monyet. Kedua nama tersebut akan digunakan secara bersamaan selama satu tahun sementara nama ‘cacar monyet’ dihapuskan.”

WHO memiliki mandat untuk menetapkan nama baru untuk penyakit yang ada di bawah Klasifikasi Penyakit Internasional. Secara umum, ini berusaha untuk menghindari menghubungkan penyakit atau virus apa pun dengan negara, wilayah, hewan, atau kelompok etnis.

Tahun lalu, mereka menetapkan huruf-huruf alfabet Yunani ke varian baru virus corona untuk menghentikan praktik menghubungkannya dengan negara tertentu.

Pertimbangan termasuk kesesuaian ilmiah, pengucapan, dan kegunaan dalam bahasa yang berbeda.

“WHO akan mengadopsi istilah mpox dalam komunikasinya, dan mendorong orang lain untuk mengikuti rekomendasi ini, guna meminimalkan dampak negatif yang berkelanjutan dari nama yang sekarang,” kata badan itu.

Peralihan satu tahun itu untuk menghindari kebingungan akibat pergantian nama di tengah wabah global.

Sekira 81.107 kasus yang dikonfirmasi dan 55 kematian telah dilaporkan ke WHO tahun ini, dari 110 negara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini