Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Patih Kerajaan Galuh Jadi Satu-satunya Pejabat yang Selamat dari Serangan Sanjaya

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 30 November 2022 |09:14 WIB
Patih Kerajaan Galuh Jadi Satu-satunya Pejabat yang Selamat dari Serangan Sanjaya
Patih Kerajaan Galuh jadi satu-satunya pejabat yang selamat dari serangan Sanjaya. (Ilustrasi/Ist)
A
A
A

SERANGAN mendadak diterima Kerajaan Galuh di malam hari semasa Raja Purbasora berkuasa. Serangan ini membuat sang raja dan hampir seluruh pengawal dan pejabat istana tewas.

Hanya ada satu pejabat yang berhasil melarikan diri dari istana, yakni Patih Galuh bernama Bimaraksa atau yang dikenal dengan julukannya Ki Balangantrang, karena kedudukannya merangkap sebagai senapati kerajaan. Balangantrang merupakan cucu Wretikandayun dari putra keduanya yaitu Resi Guru Jantaka atau Rahiyang Kidul.

Saat kabur dari serangan gabungan pasukan Sunda di bawah komando Patih Anggada dan pasukan Kalingga dipimpin Sanjaya, Balangantrang sembunyi di kampung Geger Sunten. Saleh Danasasmita pada bukunya "Menemukan Kerajaan Sunda", menyebut Ki Balangantrang secara diam-diam menghimpun kekuatan pasukan anti Sanjaya selama bersembunyi di Kampung Geger Sunten.

Ia mendapat dukungan dari raja- raja di daerah Kuningan dan kemudian juga dari sisa-sisa laskar Indraprahasta, setelah kerajaan ini dilumatkan habis-habisan oleh Sanjaya. Sisa pasukan ini yang akhirnya membantu Ki Balangantrang sebagai bentuk pembalasan dendam karena raja Indraprahasta inilah yang membantu Purbasora menjatuhkan Sena.

Sanjaya mendapat pesan dari ayahnya bahwa kecuali Purbasora, anggota keluarga Keraton Galuh lainnya harus tetap dihormati. Di samping itu sebenarnya Sanjaya tidak berhasrat menjadi penguasa Galuh.

Ia hanya ingin melakukan pembalasan untuk menghapus dendam ayahnya. Oleh karena itu segera Sanjaya menghubungi Sempakwaja di Galunggung dan meminta kepadanya agar Demunawan adik Purbasora direstui menjadi penguasa Galuh.

Tetapi permintaan itu ditolak oleh Sempakwaja karena takut kalau hal itu merupakan muslihat Sanjaya untuk melenyapkan Demunawan. Di sisi lain, Sanjaya sebenarnya ingin menyerahkan kekuasaan Galuh kepada Ki Balangantrang yang saat ia menyerang Purbasora, Balangantrang menjadi patih. Namun karena tidak diketahui keberadaannya putra Resi Jantaka ini pun gagal berkuasa di Galuh.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement