Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kala Sersan Kopassus Berani Todongkan Senjata ke Muka Benny Moerdani

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 05 Desember 2022 |05:05 WIB
Kala Sersan Kopassus Berani Todongkan Senjata ke Muka Benny Moerdani
Foto: Kopassus.mil.id.
A
A
A

JAKARTA – Jenderal (Purn) LB Moerdani atau yang akrab disapa Benny Moerdani adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menerima anugerah “Bintang Sakti” dari Presiden Soekarno atas keberaniannya. Pencapaian Benny Moerdani itu diikuti oleh perwira legendaris Kopassus Kolonel Inf. Agus Hernoto pada 1987.

Kedua tokoh militer Indonesia ini ternyata pernah terlibat kejadian menegangkan bertahun-tahun sebelumnya. Kala itu, Agus Hernoto yang masih berpangkat sersan mayor nekat menodongkan senjata ke wajah Benny Moerdani yang berpangkat letnan.

Melansir "Kolonel Inf. Agus Hernoto: Legenda Pasukan Komando dari Kopassus Sampai Operasi Khusus” insiden tersebut berawal ketika sebagian besar prajurit Kopassus kecewa dengan kepemimpinan Mayor Djaelani, Komandan RPKAD saat itu yang merencanakan penculikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel A.H Nasution. Rencana penculikan pada November 1956 itu didalangi oleh Panglima Tentara Teritorium I Kolonel Zulkifli Lubis yang tak puas dengan situasi nasional.

Lubis selanjutnya mengajak sejumlah perwira Divisi Siliwangi, di antaranya, Komandan Resimen Infanteri ke-9 di Cirebon Letnan Kolonel Kemal Idris, dan Komandan Resimen Infanteri ke-11 Mayor Soewarto di Tasikmalaya.

Dalam rapat-rapat yang digelar diputuskan pasukan Siliwangi dan RPKAD akan bertemu di Kranji, Bekasi. Saat itu, Mayor Djaelani membawa peleton Kompi A di mana komandan kompinya adalah Benny Moerdani. Namun Benny tidak ikut karena sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Cimahi.

Setibanya di Kranji, Djaelani tidak mendapati pasukan Divisi Siliwangi. Djaelani pun memutuskan untuk kembali ke Batujajar, Bandung. Kegagalan ini karena A.H Nasution telah mengetahui rencana penculikan dirinya.

Pada 26 November 1956, Sersan Agus Hernoto dan Pasukan Kompi B di yang tidak setuju dengan rencana itu mengamuk di Kompleks Asrama RPKAD di Batujajar, Bandung, mencari Mayor Djaelani. Di tengah pencarian, Sersan Hernoto bertemu dengan Letnan Benny Moerdani yang hendak masuk ke markas tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, karena dia baru kembali dari sakit.

Sersan Hernoto menodongkan senjatanya ke wajah Benny Moerdani menanyakan tujuannya: “Mau kemana?” ujarnya. Keheranan, Benny Moerdani mengatakan ingin masuk ke markas dan kantornya, dan balik bertanya tujuan para prajurit tersebut.

”Ke Pak Djaelani, dia mengkhianati kita semua,” jawab Agus Hernoto.

Mereka kemudian pergi bersama ke sebuah ruangan dimana para perwira yang diduga berkomplot dengan Djaelani ditahan. Para bintara yang marah sudah tidak sabar mengeksekusi para perwiran yang dianggap berkhianat., namun Benny Moerdani segera mencegah mereka sebelum terjadi pertumpahan darah.

”Taruh-taruh itu semua senjatanya. Serahkan semua kepada saya,” kata Benny. Kemudian dia dan Agus Hernoto dan beberapa prajurit Kopassus lainnya menuju SSKAD.

Benny selanjutnya menjelaskan peristiwa yang terjadi di Batujajar kepada Djaelani. Mendapat penjelasan tersebut, Djaelani akhirnya menyerah dan memberikan pistolnya kepada Benny Moerdani.

Setelah peristiwa itu Agus Hernoto dan Benny Moerdani menjalin persahabatan erat yang berlangsung seumur hidup. Bahkan, ketika Agus Hernoto dikeluarkan dari RPKAD oleh Danjen Kopassus Moeng Parhadimoeljo karena cacat sepulang dari operasi pembebasan Papua. Benny lah orang yang menyelamatkan dan mengajaknya bergabung di Opsus binaan Wakil Asisten Intelijen Kostrad Mayjen TNI Ali Moertopo.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement