Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terungkap! Manusia Purba Ternyata Berayun di Pepohonan Meski Bisa Berjalan Tegak

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2022 |07:09 WIB
Terungkap! Manusia Purba Ternyata Berayun di Pepohonan Meski Bisa Berjalan Tegak
Ilustrasi/ Doc: BBC
A
A
A

JAKARTA - Penelitian baru terhadap fosil yang berasal dari era 3,67 juta tahun yang lalu mengisyaratkan manusia purba "masih berayun di pepohonan, seperti yang dilakukan kera, jauh setelah manusia purba ini bisa berjalan dengan dua kaki".

Kesimpulan ini didapat setelah tim ilmuwan dari Keck School of Medicine, University of Southern California, Amerika Serikat, menganalisis bagian atas tubuh dari fosil yang dikenal dengan nama Little Foot.

Hasil analisis mereka atas fosil Little Foot diterbitkan di jurnal ilmiah Journal of Human Evolution edisi April.

 BACA JUGA:Nikita Mirzani akan Bongkar Kebobrokan Dito Mahendra setelah Ditolak Eksepsi

Ini adalah jenis analisis yang pertama sejak fosil tersebut ditemukan pada 1994.

Kajian sebelumnya terhadap fosil ini menunjukkan bahwa spesies ini punya kemampuan untuk berjalan tegak, namun lengan, terutama pada bagian bahu, menunjukkan seperti kera.

 BACA JUGA: Terancam 15 Tahun Penjara, Pelaku Pencabulan Akhirnya Nikahi Korbannya di Kantor Polisi

Kristian J. Carlson, penulis utama penelitian ini mengatakan "penemuan ini adalah bukti terkuat tentang bagaimana manusia purba memanfaatkan lengan mereka lebih dari tiga juta tahun yang lalu".

"Ada bukti bahwa lengan nenek moyang kita pada 3,67 juta tahun yang lalu masih dipakai untuk menahan beban yang cukup berat saat bergerak di pepohonan, [misalnya] ketika memanjat atau menggantung di dahan," kata Carlson dilansir dari BBC, Senin (5/12/2022).

Carlson menambahkan dengan mencermati kera dan manusia yang hidup dewasa ini, morfologi dan fungsi Little Foot adalah model ideal untuk membandingkan nenek moyang manusia dan simpanse yang hidup tujuh hingga delapan tahun yang lalu.

Little Foot, yang digolongkan sebagai Australopithecus, memiliki tulang bahu yang ideal "untuk dipasangkan" dengan otot-otot yang berat dan tebal, seperti yang dipunyai gorila dan simpanse.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement