Share

Sergei Krikalev, Warga Soviet Terakhir yang Berada di Ruang Angkasa saat Uni Soviet Hancur

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 08 Desember 2022 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 18 2722755 sergei-krikalev-warga-soviet-terakhir-yang-berada-di-ruang-angkasa-saat-uni-soviet-hancur-JDj1u7LMEV.jpg Sergei Krikalev (foto: dok BBC Indonesia via Getty)

PADA 18 Mei 1991, seorang kosmonaut bernama Sergei Krikalev pergi meninggalkan Bumi dengan pesawat luar angkasa Soyuz. Ia berada dalam misi sepanjang lima bulan ke stasiun luar angkasa Rusia, MIR untuk mengorbit Bumi.

Krikalev tak sendiri, ia ditemani kosmonaut lain yang juga berasal dari Soviet, Anatoly Artsebarsky, dan astronaut Inggris, Helen Sharman. Roket itu meluncur dari Kosmodrom Baikonur yang legendaris di Kazakhstan, tempat yang sama di mana Uni Soviet memenangi "perang bintang" dari Amerika Serikat.

Dari sini berbagai sejarah tercipta, seperti pengiriman satelit pertama ke orbit, Sputnik; perjalanan anjing pertama ke luar angkasa, Laika; dan kedatangan manusia pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin, pada 1961.

Kala itu, stasiun ruang angkasa MIR juga merupakan simbol kekuatan Soviet dalam hal eksplorasi antariksa.

 BACA JUGA:Kisah Astronot Wanita Penduduk Asli AS Pertama di Luar Angkasa, Bawa Pengingat Asal Usul saat Terbang

Misi Krikalev sebetulnya cukup rutin, dia harus melakukan beberapa perbaikan dan pembaruan untuk sejumlah peralatan di MIR. Namun sementara semuanya berjalan mulus di luar angkasa, di Bumi, Uni Soviet mulai hancur berantakan.

Dalam hitungan bulan, selama Krikalev berada di luar angkasa Bumi, Uni Soviet yang perkasa dan raksasa terpecah.

Karena itu pula lah, misi yang pada awalnya sama sekali tidak rumit membuat Krikalev berada dalam ketidakpastian selama berbulan-bulan, melayang-layang di angkasa dua kali lebih lama dari rencana, dan menimbulkan efek yang tak dimengerti pada tubuh dan pikirannya.

 BACA JUGA:Arab Saudi Berencana Kirim Astronot Perempuan ke Luar Angkasa, Pelatihan Dimulai Tahun Depan

Ini menjadi kisah tragis pengembaraan Sergei Krikalev, kosmonaut yang setelah bertahan lebih dari 10 bulan mengorbit Bumi, mendarat di negara yang sudah tidak ada lagi. Waktu yang dihabiskannya di luar angkasa membuatnya tercatat dalam sejarah sebagai "warga negara Soviet yang terakhir".

Follow Berita Okezone di Google News

Perlu diketahui, Sergei Krikalev lahir pada 1958 di Leningrad, yang kini disebut Saint Petersburg. Dia lulus sebagai insinyur mesin dari Institut Mekanik Leningrad pada 1981 dan menjadi kosmonaut setelah menjalani empat tahun pelatihan.

Pada 1988, dia melakukan perjalanan pertamanya ke stasiun luar angkasa MIR, yang mengorbit Bumi pada ketinggian 400 km di atas permukaan planet ini.

Saat ini, Krikalev adalah direktur misi berawak Roscosmos, badan luar angkasa milik Rusia. Misi pada Mei 1991 itu adalah kali kedua dia melakukan perjalanan ke MIR.

"Krikalev mendapat tempat istimewa di budaya pop karena dia adalah salah satu kosmonaut pertama yang menggunakan radio di MIR untuk berkomunikasi dengan perangkat radio amatir di Bumi dari luar angkasa," kata Cathleen Lewis, sejarawan yang meneliti program luar angkasa di Museum Dirgantara dan Luar Angkasa Nasional Smithsonian di Washington DC, Amerika Serikat.

Lewis mengatakan, selama misi panjangnya di MIR, Krikalev kerap mengoperasikan radio untuk berbincang dengan warga biasa yang menemukan frekuensinya dari Bumi.

"Dengan cara itu, dia menjalin hubungan informal dengan orang-orang di seluruh dunia," ujar Lewis.

Krikalev tidak pernah sendirian di MIR, tapi dia selalu menjadi kosmonaut paling populer.

"Dia memang bukan satu-satunya orang di MIR, tapi hanya dia yang bicara dengan radio sepanjang waktu," tambah Lewis.

Sejarawan itu meyakini, bahwa karena itulah, meskipun pada saat kejatuhan Uni Soviet bersama Krikalev ada kosmonaut lain yang bernama Aleksandr Volkov di MIR, Krikalev tetap diingat sebagai "warga Soviet yang terakhir".

"Dia bukan satu-satunya kosmonaut di stasiun luar angkasa itu, tapi hanya dia yang menjadi tokoh publik," ujar Lewis.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini