Selanjutnya ada isu transisi energi berkelanjutan dengan presentase 14,7% dan arsitektur kesehatan global 4,7%. Sementara 60,6% responden masyarakat menjawab tidak tahu.
“Perhatian besar publik tertuju pada digitalisasi ekonomi, yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Survei Poltracking Indonesia sendiri dilakukan pada periode 21-27 November 2022 dengan melibatkan 1.220 responden secara tatap muka. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
(Fakhrizal Fakhri )