Pentagon mengatakan pada Mei lalu, sistem hipersonik lain yang disebut Common Hypersonic Glide Body gagal selama tes lengkap pertamanya karena ‘anomali’.
Tes sistem sebelumnya, sebuah usaha patungan antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut, juga gagal.
Sejak itu, Pentagon telah bekerja untuk meningkatkan kecepatan pengujian hipersonik dan upaya penelitian dan pengembangannya, meminta universitas untuk membantu beberapa aspek rudal canggih yang lebih rumit.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.