Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Dorong Kemitraan Asean-Uni Eropa Didasari Kesetaraan

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2022 |23:36 WIB
Jokowi Dorong Kemitraan Asean-Uni Eropa Didasari Kesetaraan
Presiden Joko Widodo di KTT ASEAN-UE (foto: dok biro pers)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong agar kemitraan Asean dan Uni Eropa didasari pada prinsip kesetaraan. Menurut Jokowi, tidak boleh ada unsur pemaksaan dalam kemitraan. Apalagi, ada negara yang mendikte negara lain.

Demikian disampaikan Jokowi saat berpidato dalam acara pembukaan KTT peringatan 45 Tahun Asean-Uni Eropa di Justus Lipsius Atrium, Brussels, Rabu (14/12/2022). Jokowi merupakan satu dari enam pemimpin negara yang diminta menyampaikan pandangannya.

"Jika kita ingin membangun sebuah kemitraan yang baik, maka kemitraan harus didasarkan pada kesetaraan, tidak boleh ada pemaksaan. Tidak boleh lagi ada pihak yang selalu mendikte dan beranggapan bahwa my standard is better than yours," kata Jokowi mengutip keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

 BACA JUGA: Jokowi Sebut Kemitraan ASEAN-Uni Eropa Tidak Semuanya Baik-baik Saja

Jokowi menambahkan, selama beberapa dekade, Asia Tenggara telah menjadi economic powerhouse. Jokowi meyakini, Asia Tenggara akan tetap menjadi pusat pertumbuhan. "Dengan demikian kemitraan dengan ASEAN dipastikan akan menguntungkan," tegasnya.

Lebih lanjut, kata Jokowi, September tahun 2022 ini, Asean-Uni Eropa Business Council mengeluarkan hasil survei mengenai persepsi bisnis di Asean. Di mana, hasil survei menunjukkan bahwa 63% responden melihat Asean sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik.

"69% responden mengharapkan pasar ASEAN menjadi lebih penting dari aspek pendapatan global dalam 2 tahun kedepan dan 97% responden berharap adanya percepatan perundingan FTA ASEAN-UE dan anggotanya," jelasnya.

 BACA JUGA:Sederet Agenda Presiden Jokowi di KTT Asean-Uni Eropa

Untuk itu, Jokowi mendorong kemitraan yang setara dan saling menguntungkan. "Dari pandemi dan krisis multidimensi yang kita hadapi saat ini, kita petik pelajaran penting bahwa tumbuh dan makmur bersama adalah satu-satunya pilihan. Kita tidak hanya harus maju bersama, namun juga harus maju setara," ungkapnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement