BANDUNG - Ketenangan masyarakat Bandung tiba-tiba terusik pada 7 Desember, saat aksi bom bunuh terjadi di Polsek Astana Anyar. Satu orang polisi, Aiptu Sofyan meninggal akibat terkena serpihan bom yang diledakkan oleh pelaku, Agus Sujatno.
Bagi sebagian kalangan, bom bunuh diri itu meninggalkan trauma yang cukup kuat. Apalagi aksi itu terjadi di markas kepolisian, yang sudah selayaknya tingkat keamanan terjamin.
Di balik rasa kekhawatiran warga, polisi memastikan akan hadir di tengah-tengah masyarakat guna menjamin kenyamanan dalam beraktivitas. Wakapolda Jabar Brigjen Pol Bariza Sulfi memastikan pihaknya akan memberi rasa aman pada saat Nataru mendatang.
Baca juga: Jembatan Ampera Palembang Ditutup di Malam Tahun Baru. Kapolres: Masih Pandemi Covid-19
“Polisi akan berada di tengah masyarakat untuk menjaga kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) saat Natal dan tahun baru di wilayah Jawa Barat,” kata Wakapolda.
Dengan keberadaan polisi di tengah-tengah masyarakat, Bariza meminta masyarakat tetap aman, tetapi tetap dalam kewaspadaan atas berbagai kemungkinan.
“Masyarakat diimbau tenang melaksanakan kegiatan seperti biasa. Namun tetap waspada,” ujar jendral polisi bintang satu tersebut.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.