Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan di Proyek Kereta Cepat di Bandung Barat

Widi Agustian , Jurnalis-Senin, 19 Desember 2022 |16:45 WIB
KNKT Selidiki Penyebab Kecelakaan di Proyek Kereta Cepat di Bandung Barat
Evakuasi kereta kerja di proyek Kereta Cepat. (Foto: Ant)
A
A
A

BANDUNG - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menyelidiki penyebab kecelakaan kereta kerja yang terjadi pada Minggu (18/12/2022) di area proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Bandung Barat, Jawa Barat.

"Kenapa kok sampai meluncur ke sana gitu, ini sedang dalam investigasi. Bentar lagi KNKT akan turun," kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam pada Senin, saat meninjau lokasi kecelakaan kereta di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dilansir dari Antara, Senin (19/12/2022).

BACA JUGA:Kereta Kontruksi Proyek Kereta Cepat Anjlok, Korban Luka Dilarikan ke RS Sentosa Bandung

"Ini kita lagi investigasi, enggak tahu siapa yang salah. Apakah alatnya, atau orangnya, kita belum tahu," ungkap dia.

Petugas dari KNKT akan memeriksa sejumlah pekerja di lokasi proyek kereta cepat untuk menyelidiki penyebab kecelakaan kereta kerja tersebut.

"Mungkin ada kesalahan alat, akan diteliti apakah manusianya, apakah alatnya," katanya.

Kontraktor pelaksana proyek pembangunan infrastruktur kereta cepat, kata dia, akan ditegur dan diingatkan untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan pekerja dalam pelaksanaan proyek.

Selain itu, Kecelakaan kereta kerja yang terjadi pada di area proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat menyebabkan dua pekerja meninggal, keduanya warga negara asing.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement