Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

5 Tokoh Revolusi Dunia yang Melegenda

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2022 |07:03 WIB
5 Tokoh Revolusi Dunia yang Melegenda
Che Guevara (Foto: Reuters)
A
A
A

3. Muammar Khadafi

Khadafi merupakan seorang tokoh revolusi dan politikus asal Libya yang lahir pada 7 Juni 1942. Ia memulai kepemimpinannya di Libya setelah merebut kekuasaan dalam kudeta. Sebagai seorang pemimpin yang kontroversial, dia melihat perubahan besar di negara itu, baik di bidang politik maupun ekonomi.

Khadafi sering dianggap sebagai sosok diktator yang paling piawai sekaligus berbahaya oleh negara barat. Ulah kediktatorannya terlihat saat dia memerintahkan tim intelijennya di seluruh dunia untuk mengintimidasi dan membunuh pengungsi Libya. Kabar kematian Khadafi muncul pada 20 Oktober 2011. Ia tewas di tangan rakyatnya sendiri oleh tentara Transisi Nasional Libya.

4. Fidel Castro

Nama Fidel Castro sangat dikenal oleh masyarakat luas sebagai seorang pejuang revolusi dan politikus berpengaruh dari Kuba. Ia lahir di Birán, Kuba pada 13 Agustus 1926. Ketika negaranya dipimpin oleh Fulgencio Batista, Castro bersama Che Guevara melancarkan revolusi bersenjata. Setelah pemerintahan Batista berhasil digulingkan, Castro menjadi Perdana Menteri Kuba. Kemudian, ia menjadi Presiden Kuba sejak 2 Desember 1976 hingga 24 Februari 2008.

Di bawah kepemimpinannya, Castro telah membuat Kuba mengalami kemajuan di bidang pendidikan dan perawatan kesehatan. Di sisi lain, ia sendiri adalah pemimpin yang termasuk diktator. Siapa pun yang menentang pemerintahannya, termasuk kaum intelektual, dijatuhi hukuman penjara.

Namun, sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991, Castro telah kehilangan sumber daya yang berharga. Sejak saat itu, masa keemasan Kuba mulai memudar. Fidel Castro wafat pada 25 November 2016 di Havana, Kuba karena mengidap penyakit yang cukup serius.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement