ITALIA - Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani meminta Iran menghentikan eksekusi dan hukuman bagi para demonstran. Iran harus membuka dialog dengan mereka.
Hal itu dikatakan Tajani usai memanggil duta besar Iran, pada Rabu 28 Desember 2022. BACA JUGA:4 Negara Serukan Iran Selesaikan Sengketa Jatuhnya Pesawat Ukraina PS752 yang Tewaskan 176 Orang
Tajani menegaskan, hukuman mati terhadap orang-orang yang turut serta dalam demonstrasi atau perempuan yang menolak mengenakan hijab merupakan bentuk hukuman yang tidak adil dan tidak dapat diterima.
“Membuka hijab atau ikut serta dalam protes bukanlah merupakan kejahatan yang dapat berujung pada hukuman mati di mana saja di dunia ini,” katanya dikutip VOA Indonesia.
Kerusuhan di seluruh negara meletup di Iran sejak tiga bulan lalu. Serangkaian aksi protes tersebut dipicu oleh kematian Mahsa Amini, perempuan Kurdi berusia 22 tahun yang tewas dalam tahanan polisi moral Iran. Amini ditangkap oleh polisi moral yang mengatur hukum berpakaian wajib di Republik Islam itu.
BACA JUGA:Kelompok HAM: 100 Warga Iran Terancam Dieksekusi Mati Akibat Protes Anti Pemerintah
Protes itu menandai salah satu penentangan paling berani terhadap kepemimpinan Iran sejak revolusi tahun 1979 dan telah menarik keikutsertaan semua warga Iran.
Pihak berwenang Iran menumpas protes-protes yang berlangsung secara kejam, yang menurut mereka adalah kekacauan yang dihasut oleh musuh-musuh asing.
Iran mengeksekusi dua demonstran pada awal bulan ini. Mereka adalah Mohsen Shekari, 23, yang dituduh memblokir jalan utama pada September lalu serta mencederai anggota pasukan Basij dengan pisau, juga Majid Reza Rahnavard, 23, yang dituduh menikam dua anggota Basij.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.