Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Momen Gayatri Cemburu ke Raden Wijaya Usai Nikahi Putri Raja Melayu

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 01 Januari 2023 |06:47 WIB
 Momen Gayatri Cemburu ke Raden Wijaya Usai Nikahi Putri Raja Melayu
Patung Putri Gayatti (foto: wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Keputusan Raden Wijaya menikahi putri Raja Melayu Dara Petak secara diam-diam akhirnya diketahui juga oleh Gayatri. Hal itu setelah Raden Wijaya berbulan-bulan menutupi pernikahan secara sederhana dengan Dara Petak.

Di sisi lain Gayatri yang tengah mabuk kemenangan Majapahit serta penyelamatan dirinya memang belum mengetahui pasti apa yang dilakukan suaminya Raden Wijaya kepadanya. Gayatri baru tahu Raden Wijaya menikah lagi setelah Raden Wijaya memboyong perempuan itu ke ranjang istana.

Dikutip dari "Gayatri Rajapatni : Perempuan Dibalik Kejayaaan Majapahit" dari Earl Drake, kendati Raden Wijaya menikahi Dara Petak, ia tak menjadikannya sebagai ratu. Tetapi Wijaya tetap mengakuinya sebagai istri yang sembilan kemudian menjadi dari putra semata wayangnya.

 BACA JUGA:Permintaan Khusus Gayatri ke Mahapatih Gajah Mada Sebelum Mangkat

Soal Gayatri istri Wijaya lainnya, ia turut bergabung dalam dewan penasehatnya sebagai anggota termuda. Ia senang bisa berjumpa dengan Gayatri, tapi di sisi lain sangat terbebani oleh sederet tanggungjawab barunya sebagai seorang pemimpin tak bermahkota dari sebuah negeri yang hancur lebur karena perang.

Alhasil selama beberapa minggu pertama ia tak berbicara empat mata dengan Gayatri. Gayatri kecewa Wijaya tidak berusaha menemuinya seorang diri atau menepati janji yang pernah dibisikkan kepadanya di Daha.

 BACA JUGA:Kisah di Balik Patung Gayatri Simbol Keabadian, Dipahat Seniman Terbaik Majapahit

Pertemuan kedua insan yang mabuk asmara ini baru terjadi pada ulang tahun Gayatri yang ke-19 tahun. Ketika sang kakaknya Tribhuwana memutuskan akan mengadakan perayaan besar-besaran untuk Gayatri.

Tribhuwana berhasil menarik hati sang suami dengan mengumumkan bahwa selama dua tahun belakangan masyarakat Majapahit telah mengalami tekanan luar biasa. Kini saatnya merayakan syukuran bagi terbebasnya Jawa dari malapetaka dan untuk Gayatri yang memasuki usia dewasa.

Ribuan karangan bunga dirangkai, bunga-bunga dan tanaman-tanaman wangi dipajang berjejer sepanjang aula perjamuan, seperangkat gamelan digelar, dan sebuah jamuan megah dipersiapkan demi sebuah pesta.

Setelah sekian lama didera penderitaan, ketegangan, dan kegelisahan rakyat butuh bersenang-senang. Mereka pun melepas lelah menjadikan malam itu malam suka cita dan penuh kesan. Perayaan digelar di bawah bulan purnama.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement