Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Sosok Prapanca, Pujangga Terkemuka pada Masa Majapahit Keturunan Hakim Agung

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 02 Januari 2023 |06:59 WIB
Misteri Sosok Prapanca, Pujangga Terkemuka pada Masa Majapahit Keturunan Hakim Agung
Misteri sosok Prapanca pujangga terkenal pada era Majapahit. (Ist)
A
A
A

Selanjutnya, pada pupuh 96/1, didapati juga nama Prapanca. Dalam pupuh ini, sang pujangga menyebut segala cacat yang terdapat pada dirinya. Pupuh ini merupakan permainan kata, dimaksud untuk menjelaskan arti nama samaran Prapanca. Prapanca terdiri dari unsur pra dan panca.

Jadi, Prapanca adalah pra lima, memang pada pupuh 96/1 itu, terdapat pra lima kali, yakni prapanca, pracacah, prapongpong, pracacad, dan pracongcong. Sekali lagi dikemukakan di sini, bahwa kakawin ini adalah kakawin permainan kata. Jika harus memahaminya perlu ditinjau dari sudut permainan kata dalam kakawin.

Pada pupuh lain tepatnya di Pupuh 92/2, 3, dan 4 memuat pemberitaan nama samaran, kakawin yang pernah diciptanya, serta tujuan penciptaan Nagarakretagama. Setelah selesai merangkaikan puja sastranya berupa kebesaran baginda di negara dan menyebut ciptaannya Deçawarnnana, uraian desa-karena ciptaan itu pada hakikatnya memuat uraian tentang desa-desa yang pernah dikunjungi baginda.

Tujuan Prapanca mengharapkan, agar baginda suka menerimanya dan ingat kepadanya, ingat kepada pujangga yang telah lama bertekun mengarang kakawin. Ucapan ini penting sekali, karena ucapan itu memberikan penjelasan, bahwa sang pujangga tidak lagi ada di keraton, berdekatan dengan baginda.

Andaikata masih ada di keraton sebagai dharmmâdyaksa kasogatan, ucapan yang demikian tidak perlu dinyatakan pada akhir pujasastra. Pupuh 93/1 menyatakan bahwa ciptaan kakawin-kakawin sebelumnya terasa sia-sia.

Kemudian, ia menyebut lima kakawinnya seperti telah dinyatakan di muka. Pupuh 94/4 memuat tujuan pen- ciptaan Deçawarnnana, yakni untuk memperoleh rahmat (kemurahan) baginda. Alasan untuk menciptakan pujasastra ialah cinta bakti sang pujangga kepada baginda. Demikianlah dapat disimpulkan bahwa pujangga Prapanca masih tetap setia bakti kepada baginda, meskipun ia tidak lagi ada di keraton sebagai pembesar urusan agama Budha.

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement